Menkes: Santri Bisa Jadi Influencer untuk Edukasi Pencegahan TBC

gomuslim.co.id – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) terus berupaya mengedukasi masyarakat tentang pencegahan penularan penyakit Tuberkulosis (TBC). Pesantren pun ditunjuk menjadi salah satu tempat edukasi ini karena lingkungannya dekat dengan masyarakat.

Pesantren merupakan lembaga pendidikan yang berbasis agama Islam ini mempunyai banyak santri yang datang dari berbagai penjuru Indonesia. Terdapat 25.938 pesantren di Indonesia dengan jumlah santri sebanyak 3.962.700 orang.

Dengan adanya edukasi di Pesantren ini, para santri diharapkan berperan aktif dalam meningkatkan pembangunan kesehatan di lingkungan masyarakat dengan menggunakan ajaran agama Islam dalam latar belakangnya.

“Saya kira, para santri bisa menjadi influencer untuk mengedukasi masyarakat tentang pencegahan penularan TBC,” kata Menteri Kesehatan (Menkes) Nila Moeloek  saat mengahadiri acara Peringatan Hari Tuberkulosis Sedunia di Pesantren Cipasung, Tasikmalaya, Jawa Barat dalam keterangan tertulis, Jumat (29/03/2019).

Menurutnya, potensi ini harus dijaga dengan memastikan para santri hidup sehat dan mendapatkan informasi terkait kesehatan yang benar selama mereka berada di pesantren. Selain itu adanya Pusat Kesehatan Pesantren akan membuat masyarakat lebih mudah mendapatkan pelayanan kesehatan dan melakukan skrining kesehatan karena jaraknya dekat.

 

Baca juga:

400 Santri di Madura Ikut Kompetensi Kelompok Santri Tani Milenial

 

Untuk diketahui penyakit Tuberkulosis (TBC) masih menjadi masalah di Indonesia. Negeri dengan penduduk yang besar masih memiliki jumlah orang dengan TBC yang besar, termasuk lima besar di dunia. Data menyebutkan, setiap tahun sekitar 850 ribu orang dengan TBC di Indonesia, dan 13 orang di antaranya meninggal akibat TBC setiap jamnya.

Salah satu alasan tingginya masalah TBC di Indonesia tersebut, kata Nila, antara lain disebabkan oleh penemuan kasus dan pengobatan yang tidak tuntas, kalah cepat dengan penyebaran penyakitnya. Sebelum datang ke layanan kesehatan yang tepat, banyak orang mencari pengobatan di luar layanan kesehatan, termasuk mengobati sendiri.

Sudah waktunya Indonesia untuk bangkit melawan TBC. Sudah saatnya Indonesia mempunyai jumlah penderita TBC baru kurang dari 500 ribu per tahun. (njs/sehatnegeriku/rls/foto:nusantaranews)

 

Baca juga:

Dorong Santri Melek Media Sosial, NU Gelar Ngaji Teknologi


Back to Top