Proses dan Layanan Jasa KSEI Terima Fatwa DSN-MUI

gomuslim.co.id – Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI) menyerahkan fatwa syariah terkait proses bisnis dan layanan jasa Self Regulatory Organization (SRO) PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI). Penyerahan dilakukan Sekretaris DSN MUI KH Anwar Abbas kepada Direktur Utama KSEI Frederica Widyasari Dewi di Gedung BEI, Senin, (01/04/2019).

Fatwa dengan nomor 124/DSN-MUI/XI/2018 ini mengatur tentang Penerapan Prinsip Syariah dalam Pelaksanaan Layanan Jasa Penyimpanan dan Penyelesaian Transaksi Efek serta Pengelolaan Infrastruktur Investasi Terpadu. Fatwa ini diperoleh dari Rapat Pleno DSN MUI yang dilaksanakan pada 8 November 2018 lalu.

Dalam sambutannya, KH Anwar Abbas mengatakan proses pembahasan sebelum fatwa ini terbit memakan waktu dua tahun. Menurutnya, lamanya fatwa untuk proses bisnis dan layanan jasa KSEI ini karena cakupan teknis yang begitu luas dan pertimbangan detail.

“Ini merupakan langkah baik bagi KSEI untuk menjamin keamanan proses dan layanan bisnis kepada calon investor secara islami. Saya berharap KSEI dapat menjalankan fatwa ini dengan konsisten,” ujarnya.

Selanjutnya, DSN-MUI akan membentuk tim yang bertugas mengawasi pelaksanaan proses bisnis dan layanan jasa KSEI sesuai dengan ketentuan syariah. Selain itu, setiap tahunnya KSEI akan menyampaikan laporan kepada DSN-MUI.

"Secara pertumbuhan, pasar modal syariah meningkat pesat dari tahun ke tahun. Tentu fatwa-fatwa syariah akan membantu meningkatkan kepercayaan investor sebelum berinvestasi," katanya.

Sementara itu, Friderica Widyasari Dwi menuturkan adanya fatwa dari DSN-MUI ini diharapkan bisa menghilangkan keraguan investor atas investasi syariah di pasar modal. Pasalnya, dari pengalamannya berkeliling ke berbagai wilayah di Indonesia, masyarakat masih mempertanyakan kesesuaian investasi pasar modal syariah dengan prinsipnya.

“Saat ini pertumbuhan investor syariah meningkat hampir 100 persen dari tahun sebelumnya. Adanya fatwa syariah ini tentu akan menguatkan keyakinan masyarakat untuk berinvestasi syariah. Harapan kami dari hulu ke hilir orang itu kalau mau investasi syariah ia sudah yakin bahwa investasinya di pasar modal syariah syariah sudah sesuai dengan prinsip," katanya.

 

Baca juga:

Fasilitasi Investor Syariah, KSEI Kaji Aturan Zakat Saham

 

Sebagai negara dengan penduduk muslim mayoritas, ia juga berharap fatwa DSN-MUI ini bisa meningkatkan basis investor syariah. Sebab, pasar modal Indonesia telah memberikan infrastruktur yang cukup memadai bagi investor.

Misalnya, dari 625 saham yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI), sebanyak 60 persen setara 375 di antaranya telah memenuhi kriteria saham syariah. Di samping itu, lebih dari 12 Anggota Bursa (AB) telah menyediakan sistem online trading (transaksi online) syariah.

"Banyak sekali yang ingin berinvestasi tapi ragu-ragu, ini syariah atau engga. Sebenarnya dikeluarkannya fatwa syariah nomor 80 sudah berhasil meningkatkan jumlah investor hampir 100 persen. Diharapkan dengan adanya fatwa nomor 124 ini, masyarakat semakin mantap untuk berinvestasi," ungkapnya.

Sejak 2001, DSN-MUI telah mengeluarkan tiga fatwa syariah yang menjadi dasar investasi di pasar modal. Pertama, fatwa nomor 20/DSN-MUI/IV/2001 tentang Pedoman Pelaksanaan Investasi untuk Reksadana Syariah.

Kedua, fatwa nomor 40/DSN-MUI/X/2003 tentang Pasar Modal dan Pedoman Umum Penerapan Prinsip Syariah di Bidang Pasar Modal. Ketiga, fatwa nomor 80/DSN-MUI/III/2011 tentang Prinsip Syariah dalam Mekanisme Perdagangan Efek Bersifat Ekuitas di Pasar Reguler Bursa Efek yang Diberikan ke Bursa Efek Indonesia.

Fatwa ini mengatur proses transaksi di bursa serta penerbitan indeks saham syariah di pasar modal yakni Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI), Jakarta Islamic Index (JII), dan Jakarta Islamic Index 70. (njs/cnn/dbs)

 

Baca juga:

Dorong Partisipasi Investor Syariah, BEI Rilis Program Edukasi dan IDX Islam Challenge 2019


Back to Top