Guru Selandia Baru Ini Akan Gelar Pertukaran Belajar Agama di Indonesia

gomuslim.co.id – Guru SMA Hamilton Girls Selandia Baru rencanakan sambangi Indonesia untuk lakukan pelatihan pembelajaran tentang Indonesia dan ilmu agama. Guru yang hadir diantaranya, Sh annan Thomas dan Claire Setz dan empat guru lainnya.

Dilansir stuff news, Ini adalah pelaksanaan program pertukaran guru antara kedua negara, akan bersama guru-guru Indonesia, tinggal di rumah guru, dan mengalami sendiri sistem pendidikan, kehidupan, dan budaya Indonesia. Agenda tersebut akan dilaksanakan pada senin 8 April 2019.

Setelah itu, para guru Indonesia akan mengunjungi rekan kerja di Kiwi pada bulan Juni untuk belajar tentang budaya dan pendidikan Selandia Baru. Pertukaran ini merupakan bagian dari Proyek Kemitraan Sekolah Global, kolaborasi antara Asia New Zealand Foundation dan Pusat Asia Tenggara Keunggulan Asia-Pasifik.

Thomas dan Setz akan mengikuti program ini di sekolah Muslim swasta dan mengatakan pengalaman itu akan membantunya mengetahui banyak tentang Islam dan kemudian menginformasikannya di negaranya.

 

Baca juga:

Temui Korban Penembakan Masjid, Pangeran William Kunjungi Selandia Baru Bulan Depan


“Mengembangkan pemahaman tentang Islam adalah mutlak penting. Saya pikir, semakin banyak budaya orang yang kita kenal, semakin toleran mereka dan semakin besar pemahaman mereka,” kata Setz (31 tahun).

Hamilton Girls High School memiliki sejumlah besar siswa Muslim.

“Jika kita dapat memfasilitasi siswa kita untuk berhubungan dengan siswa di Indonesia, dan membantu mereka memahami seperti apa kehidupan mereka sehari-hari dibandingkan dengan kita, itu akan bisa menjadi hal yang baik,” kata Claire Setz, wanita guru itu.

“Sangat menarik bahwa Sekolah Menengah Hamilton Girls melihat secara global dan kami fokus pada pengembangan warga global. Agar siswa merasa nyaman berinteraksi dengan orang-orang di luar budaya mereka sendiri,” lanjutnya.

Setz  mengajar sejarah, geografi, studi sosial dan humaniora di semua kelompok pelajar. Sebagai bagian dari kurikulum humaniora, Setz mengajarkan tentang berbagai agama.

“Kami melihat pengaruh historis agama Kristen pada sistem hukum kami, dan kemudian kami melihat seberapa banyak Islam telah tumbuh di Selandia Baru,” pungkasnya. (hmz/stuffnews)

 

Baca juga:

Dukung Umat Muslim, Sejumlah Wanita Selandia Baru Kenakan Hijab


Back to Top