Pasca Fatwa Lengkap DSN MUI, Investasi Syariah di Pasar Modal Diharapkan Meningkat 

gomuslim.co.id- Kepala Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI) Makassar, Fahmi Amirullah mengatakan, BEI menargetkan bisa menambah jumlah perusahaan efek (sekuritas) yang menyediakan sistem perdagangan saham syariah atau Shariah Online Trading System (SOTS) menjadi 20 perusahaan guna meningkatkan geliat pasar modal syariah.

"Hingga akhir tahun lalu, baru ada 13 sekuritas yang menyediakan sistem SOTS tersebut sehingga perlu ada penambahan," tutur Fahmi, Senin (08/04/2019).

Karena itu, guna merealisasikan beberapa Perusahaan Efek turut mendukung PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) salah satunya.

Direktur Utama KSEI, Friderica Widyasari Dewi mengatakan, saat ini sudah ada empat fatwa syariah Dewan Syariah Nasional-Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI) untuk pasar modal.

Pertama Fatwa nomor 20/DSN-MUI/IV/2001 tentang Pedoman Pelaksanaan Investasi untuk Reksa Dana Syariah. Kedua Fatwa nomor 40/DSN-MUI/X/2003 tentang Pasar Modal dan Pedoman Umum Penerapan Prinsip Syariah di Bidang Pasar Modal.

Fatwa nomor 80/DSN-MUI/III/2011 tentang Prinsip Syariah dalam Mekanisme Perdagangan Efek bersifat Ekuitas di Pasar Reguler Bursa Efek yang diberikan ke Bursa Efek Indonesia.

 

Baca juga:

KSEI Resmi Berbasis Syariah

 

Baru-baru ini, PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) secara resmi memperoleh Fatwa dari Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI) terkait Proses Bisnis Atas Layanan Jasa KSEI.

"Fatwa nomor 124/DSN-MUI/XI/2018 kian melengkapi dasar yang sesuai dengan prinsip syariah dan menjadi acuan serta pegangan dalam berinvestasi di pasar modal Indonesia," pungkas Friderica.

Saat ini, Indonesia merupakan pasar yang potensial bagi pertumbuhan produk-produk investasi yang berdasarkan prinsip syariah.

"Di pasar modal Indonesia sendiri terdapat lebih dari 50 persen saham yang ada di Bursa merupakan saham berbasis syariah," katanya.

Adanya fatwa tersebut juga harus dibarengi dengan edukasi kepada investor dan masyarakat secara umum. Friderica berharap, fatwa ini dapat semakin memantapkan berinvestasi secara syariah dalam beragam produk di pasar modal Indonesia.

Dari proses transaksi di Bursa hingga proses penyelesaian di KSEI sudah sesuai dengan prinsip syariah serta proses penerbitan reksa dana yang dikelola dalam infrastruktur Investasi terpadu di KSEI pun telah sesuai dengan prinsip syariah.

Shariah Online Trading System (SOTS) merupakan sistem transaksi saham syariah secara online yang memenuhi prinsip syariah di pasar modal. (nat/tribun/dbs/foto:aktual)


Back to Top