Sambut Ramadhan, Masjidil Haram Siapkan Layanan Terbaik

gomuslim.co.id – Bulan suci Ramadhan tinggal beberapa hari lagi. Sejumlah persiapan terus dilakukan guna menyambut bulan yang penuh berkah bagi umat Islam ini. Seperti Masjid Al Haram di Makkah, Arab Saudi, yang melakukan persiapan untuk memberikan layanan terbaik bagi jemaah.

Presidensi Umum dari Urusan Dua Masjid Suci menyatakan akan mengintensifkan sejumlah upaya. Hal ini dilakukan sebagai respon peningkatan jumlah jemaah umrah di Tanah Suci selama bulan Ramadhan.

Biasanya, Ramadhan menjadi periode puncak dari jemaah umrah yang datang dari berbagai penjuru dunia. Sebelumnya, Kementerian Haji dan Umrah Saudi sendiri telah mengeluarkan sebanyak 5,5 juta visa bagi jemaah yang hendak berumrah.

Otoritas Dua Masjid Suci siap mendeteksi dan menangani semua jenis fenomena negatif dan mengidentifikasi lokasinya. Selanjutnya, kepresidenan akan mengajukan laporan lapangan secara terus menerus kepada pihak berwenang.

Kepresidenan juga berkoordinasi dengan otoritas terkait untuk mempelajari fenomena negatif dan mengapa itu terjadi. Untuk selanjutnya, menyusun rencana untuk menghilangkannya.

“Ada lebih dari 50 karyawan di departemen ini yang bekerja selama 24 jam dalam sepekan. Mereka akan menyediakan layanan penting dalam menghadapi tren negatif di dalam Masjid Al Haram dan pelataran serta halaman masjid sekitarnya,” demikian seperti dilansir dari publikasi Saudi Gazette, Rabu (10/4/2019).

Hal tersebut diyakini dapat memberikan layanan dan keamanan terbaik bagi para pengunjung dan jemaah. Sehingga, mereka dapat melaksanakan ibadah dengan mudah dan nyaman.

 

Baca juga:

Arab Saudi Akan Perluas Pelayanan Terjemahan di Masjid Al Haram

 

Selain itu, Departemen juga akan menindaklanjuti dan meninjau layanan yang disediakan oleh berbagai departemen layanan lain di dalam Masjid Al Haram. Mereka juga berkoordinasi dengan otoritas terkait untuk menangani setiap tren negatif yang ditemukan di lapangan.

Pemberian nasihat keagamaan juga akan diberikan jika mereka menemukan sesuatu yang bertentangan dengan nilai-nilai agama dan etika. Tidak hanya itu, tukang cukur rambut juga akan dilarang untuk beroperasi di area yang tidak dirancang untuk melakukan kegiatan demikian, seperti di bukti Al-Marwa.

Setiap peralatan yang digunakan dalam melakukan kegiatan ilegal akan disita dan pelakunya akan diserahkan kepada pihak berwenang terkait untuk dimintai pertanggungjawaban.

Di bidang layanan lainnya, presidensi juga berencana untuk memperluas layanan terjemahan bagi jemaah. Sehingga, khotbah dan pidato di Masjid Al Haram bisa didengarkan dalam 10 bahasa asing. Saat ini, Presidensi menyiarkan terjemahan dalam bahasa Inggris, Persia, Indonesia, Prancis, dan Urdu.

Departemen Bahasa dan Terjemahan telah menyediakan peralatan dan teknologi rekayasa suara modern untuk menyiarkan pesan melalui frekuensi radio, yang mencakup semua area Masjid Al Haram. Dalam hal ini, departemen akan menerjemahkan khotbah Jumat dan Idul Fitri dalam berbagai bahasa bagi para pengunjung dan jemaah umrah.

Otoritas setempat akan menyiarkan interpretasi Surat Al-Kahfi dalam banyak bahasa setiap Jumat pagi. Langkah ini juga dilengkapi dengan pembentukan komite linguistik khusus dan staf teknis, insinyur dan administrasi yang memantau dan memastikan keakuratan terjemahannya. (njs/Saudi gazzate/rep)

 

Baca juga:

Begini Persiapan Kerajaan Arab Saudi untuk Keluarkan Visa Wisata untuk Turis Asing


Back to Top