#Lebaran2019

Persiapan Lebaran 2019, Titik Transaksi GT Cikarang Utama Pindah dari KM 29 ke KM 70

gomuslim.co.id - Salah satu persiapan jelang mudik Lebaran 2019, PT Jasa Marga (Persero) Tbk memindahkan titik transaksi yang semula di GT Cikarang Utama 1 dari KM 29 ke KM 70 Jalan Tol Jakarta-Cikampek (GT Cikampek Utama) dan ke KM 67 Tol Cipularang (GT Kalihurip Utama).

GT Cikampek Utama digunakan untuk melayani lalu lintas dari dan menuju arah Jawa Tengah sementara GT Kalihurip Utama melayani lalu lintas dari dan menuju Bandung.

Tujuan pemindahan ini untuk meningkatkan kapasitas gerbang tol serta mengurai kepadatan yang terjadi di GT Cikarang Utama. General Manager Jasa Marga Cabang Jakarta-Cikampek, Raddy L. Lukman mengatakan proses pembangunan GT Cikampek Utama sudah berjalan baik dan diperkirakan dapat dioperasikan saat arus mudik berlangsung.

"GT Cikampek Utama ini diharapkan mampu menjadi solusi untuk kepadatan lalu lintas yang sebelumnya kerap terjadi di GT Cikarang Utama 1, dan kami optimis pada saat arus mudik berlangsung, pelayana di GT Cikampek Utama sudah dapat beropeasi dengan baik," ujar Raddy Senin (15/04/2019).

Dalam persiapan menghadapi momen mudik dan balik Lebaran, Jasa Marga mencatat ada tiga perhatian utama, yakni kapasitas, keselamatan (safety), serta rest area. Terkait kapasitas, perhatian utama Jasa Marga adalah kapasitas di gerbang tol-gerbang tol.

 

Baca juga:

KAI Sediakan Menu Sahur dan Takjil Gratis untuk Penumpang selama Ramadan 2019

 

“Sejak Tol Trans Jawa ini dioperasikan dan ditarifkan di tanggal 21 Januari 2019 lalu, kami pelajari selama dua bulan lebih. Kami evaluasi dan prediksi perhitungan kapasitas saat mudik-balik nanti," tutur Direktur Utama Jasa Marga, Desi Arryani.

Pihaknya akan menambah tambahan gardunya permanen, ada yang tambahan gardu yang sifatnya untuk peak season di Lebaran ini. Kemudian, perhatian kedua adalah safety. Meski ruas-ruas tol di jaringan Jalan Tol Trans Jawa yang dikelola oleh Jasa Marga serta kelompok usahanya telah mengantongi uji laik, namun pihaknya memperhatikan unsur-unsur keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan. Sementara terkait persiapan rest area mencakup ketersediaan parkir, kapasitas toilet, kondisi tempat ibadah hingga keberadaan SPBU.

Meski belum semua rampung, pihaknya masih punya waktu sekitar satu setengah bulan lagi untuk mengejar kesiapan mudik-balik.

“Jangan sampai rest area justru menyumbangkan kepadatan. Kemudian antreannya mengganggu lajur. Itu yang harus kita jaga,” pungkasnya. (nat/kompas/dbs/foto:tribun)

 

Baca juga:

Ini Daftar Rute Kereta Mudik 2019


Back to Top