Bocah Empat Tahun Korban Tragedi di Masjid Christchurch Bangun dari Koma

gomuslim.co.id - Seorang gadis berusia empat tahun, korban serangan teror Christchurch sudah terbangun dari komanya. Namun, kini gadis belia tersebut tidak dapat melihat siapa pun atau mengenali orang tuanya.

"Putriku, Alen bangun lima hari yang lalu, dan dia telah operasi berkali-kali," kata ayahnya Waseeim Daraghmih dalam sebuah video yang diunggah ke Facebook seperti dilansir dari publikasi Global News, Senin (15/4/2019).

Dia menambahkan bahwa anaknya telah delapan kali menjalani operasi. "Dia mengalami kerusakan otak saat ini, dan para dokter telah memberi tahu kami bahwa mereka perlu empat hingga enam bulan untuk mengetahui seberapa buruk kerusakannya," katanya.

Alen Daraghmih menderita kerusakan otak setelah dia dan ayahnya ditembak di masjid Al Noor pada 15 Maret. Menurut Waseeim, ketika Alen sudah bangun, dia tidak mengenal keluarganya dan tidak bisa melihat dan mendengar orang-orang disekitarnya sama sekali.

Sebuah gambar dari Rumah Sakit Starship Auckland datang online pada hari Jumat menunjukkan Alen pulih dikelilingi oleh keluarga. Ia mengalami kerusakan pada otaknya dan dokter belum bisa menjelaskan kerusakan lebih lanjut sampai enam bulan ke depan.

Sebuah laman donasi Givealittle telah dibuat untuk membantu keluarga Alen Daraghmih agar segera pulih dari luka tembaknya. Laman ini disebut telah menghasilkan lebih dari $ 46.000 sejak dibuat oleh teman Daraghmih pada 11 April 2019 lalu.

 

Baca juga:

Warga Muslim Australia Gelar Makan Bersama di Masjid Penshurst

 

Meskipun menderita kerusakan otak, laman Givealittle menyatakan bahwa Alen telah mengalami kemajuan setiap hari, tetapi saat ini, dia tidak dapat berbicara atau melihat orang. "Dia mulai mengucapkan kata aneh dan mengenali suara ibunya," tulisnya.

Sang ayah sendiri pulih dari luka tembak di daerah pinggulnya. Dia tidak bisa berjalan saat ini tetapi berharap untuk berjalan lagi ketika sepenuhnya pulih. “Ini akan menjadi waktu yang lama bagi saya untuk berjalan, tetapi pada akhirnya saya akan berjalan,” katanya.

Waseeim menyampaikan terima kasih kepada semua orang, para dokter di rumah sakit, termasuk perdana menteri Selandia Baru atas semua bantuan dan dukungan yang diberikan untuk keluarganya. "Aku mencintai kalian semua dan menghormati kalian semua, terima kasih banyak," ucapnya.

50 jemaah Muslim terbunuh dalam serangan 15 Maret yang menargetkan masjid Al Noor dan Linwood di Christchurch. Serangan teroris itu mengguncang Selandia Baru dan mendorong pemerintah untuk memperketat undang-undang senjata dan meluncurkan penyelidikan nasional yang kuat tentang pembantaian masa damai terburuk di negara Pasifik itu.

Tersangka dalam penembakan telah didakwa dengan 50 tuduhan pembunuhan dan 39 tuduhan percobaan pembunuhan. (njs/globalnews/aboutislam)

 

Baca juga:

Suami Korban Teror Masjid Selandia Baru: Saya Memilih Damai dan Memaafkan Pelaku


Back to Top