Kemenag Realisasi Penambahan Kuota Haji dari Arab Saudi

gomuslim.co.id – Terkait dengan penambahan kuota secara mendadak disampaikan Raja  Arab Saudi, Salman bin Abdulaziz al-Saud kepada Presiden Joko Widodo dalam pertemuan di Riyadh pekan lalu, Menteri Agama Lukman Hakim menyampaikan komitmennya. Yakni akan maksimal dalam merealisasikan penambahan 10 ribu kuota haji yang diberikan.

“Kami di Kemenag akan all out untuk merealisasikan penambahan kuota 10 ribu meskipun implikasinya tidak sederhana. Penambahan kuota 10 ribu ini terjadi tatkala pemerintah sudah melakukan persiapan akhir pelaksanaan musim haji tahun ini,” kata Menag Lukman.

Ia menyampaikan, bagi jajaran Kementerian Agama, penambahan kuota ini merupakan sebuah kehormatan. Karena, sejak awal jajaran Kemenag khususnya petugas haji Indonesia telah menyiapkan diri untuk melayani para tamu Allah Dhuyufurrahman.

 

Baca juga:

Ini yang Perlu Kamu Siapkan Sebelum Berangkat Haji dan Umrah

 

Menag Lukman mengaku sangat bersyukur dan berbahagia mendengar kabar yang sangat baik bahwa Raja Salman menyetujui permintaan umat Islam Indonesia yang sebenarnya memang sudah cukup lama.

“Beberapa waktu lalu permintaan serupa juga dikabulkan oleh Raja Salman. Ini adalah untuk kali kedua Raja Salman menyetujui permintaan kita untuk penambahan kuota. Meskipun dari sisi waktu ini mendesak. Mungkin kalau satu bulan sebelumnya tentu persiapannya lebih panjang, sebab implikasinya tidak sederhana,” jelas Menag.

Terlepas dari itu semua, Menag mengajak umat Islam di Indonesia untuk lebih mengedepankan rasa syukur bahwa ini adalah sesuatu yang sangat bermakna dan ini menunjukan betapa pemerintah Arab Saudi itu memberikan posisi yang sangat istimewa bagi Indonesia.

“Meskipun persiapan haji yang dilakukan pemerintah saat ini sudah di ujung dari persiapan akhir. Namun demikian, karena implikasinya tidak sederhana maka kami pemerintah tidak bisa melangkah sendiri dan kami harus mendapat persetujuan dari Komisi VIII DPR RI dan BPKH,” tutur Menag.  (nov/kemenag)

 

Baca juga:

Tak Terjangkau, Calon Jemaah Haji Papua Barat Belum Jalani Rekam Biomterik


Back to Top