Menag: Pesantren dan Madrasah Kini Jadi Pilihan Utama Masyarakat Muslim

gomuslim.co.id - Masyarakat Muslim kian minati pendidikan sekolah di madrasah dan pondok pesantren. Dalam hal ini, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menilai kualitas dan sarana pendidikan Islam terus membaik.

Untuk jenjang perguruan tinggi, Kementerian Agama (Kemenag) juga terus berupaya meningkatkan akreditasi semua Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN). Kini, madrasah dan pondok pesantren tak lagi dianggap sebagai pendidikan pelengkap oleh orang tua.

"Alhamdulillah dari waktu ke waktu terus berkembang. Sekarang, semangat masyarakat luar biasa dalam mengembangkan pendidikan keislaman. Kalau dulu madrasah menjadi pilihan terakhir, sekarang madrasah memiliki citranya tersendiri. Bahkan jadi pilihan pertama orang tua siswa," ujar Menag Lukman.

Lanjut Lukman, apresiasi tinggi dari masyarat terhadap madrasah dan pondok pesantren terjadi bukan hanya karena prestasi para siswa. Tetapi juga karena sarana dan prasarananya mengalami pertumbuhan luar biasa. Jika melihat masa lalu, kondisi madrasah pada akhir tahun 1970-an masih memprihatinkan. Lantainya masih tanah dan atapnya kerap bocor. 

 

Baca juga:

PPPA Daarul Qur’an Seleksi Ribuan Santri Jadi Imam Muda selama Ramadhan

 

"Kini madrasah dan pesantren berkembang pesat. Bangunannya banyak yang sudah modern dan bagus. Seperti pondok pesantren di Depok yang kemarin saya resmikan, gedung empat lantai yang juga dilengkapi aula ini dibangun dengan biaya mencapai Rp 6 miliar,” pungkasnya. 

Perkembangan pendidikan Islam adalah buah dari kerja keras orang tua dan guru masa lalu. Mereka istiqamah menjadikan pendidikan sebagai ruang strategis meningkatkan kualitas kehidupan keagamaan masyarakat. Capaian tersebut tidak terlepas dari komitmen pemerintah untuk terus mengembangkan lembaga pendidikan keagamaan. 

Terkait peningkatan mutu PTKIN, pihaknya sedang melakukan percepatan pelaksanaan akreditasi. Menurut dia, akreditasi menjadi sangat penting untuk menumbuhkan kepercayaan dari masyarakat.

"Hari santri yang ditetapkan sejak 2015 itu tidak hanya bentuk pengakuan negara, tapi juga komitmen untuk memberikan fasilitasi dan dukungan bagi keberlangsungan dan keberlanjutan eksistensi pesantren. Apalagi, saat ini juga sedang dibahas RUU tentang pesantren bersama DPR," tutur dia. (nat/pikiranrakyat/dbs/foto:gontornews)

 

 


Back to Top