Komunitas Muslim Selandia Baru Gelar Outdoor Gathering di Whangārei

gomuslim.co.id - Taman Mair di Whangārei, Selandia Baru, menjadi tempat berkumpul lebih 100 orang di piknik keberuntungan pot untuk tidak hanya bersimpati dengan komunitas Muslim lokal selama tragedi bulan lalu tetapi untuk mempelajari lebih lanjut tentang budaya satu sama lain.

“Para peserta membawa piring untuk acara tersebut. Ada sisi baik dari sisi musik ketika kami memainkan dulcimer yang dipalu, favorit penonton. Luar biasa melihat semua orang berkumpul,” kata guru musik Amerika Kyle Paxton, seperti dilansir dari publikasi NZ Herald, Kamis, (18/04/2019).

Acara ini diselenggarakan oleh Yayasan Amal Komunitas Muslim Northland yang bekerja sama dengan Gereja Bethel dan penasihat sosial Carol Peters.

“Sangat penting bagi orang-orang dari agama yang berbeda untuk berkolaborasi dan mengenal satu sama lain. Saya adalah bagian dari Gereja Betel dan merasa terhormat berada di sini . Saya kagum pada bagaimana sebuah komunitas kecil berkumpul untuk menunjukkan cinta dan kasih sayang satu sama lain. Adalah baik bahwa komunitas Muslim setempat terlihat dan saya harap orang tidak mudah melupakan apa yang terjadi di Christchurch dan kembali ke kerang mereka. Saya harap mereka terus mengulurkan tangan persahabatan dengan cara yang sangat kecil,” kata Bram Pitoyo dari Indonesia yang pindah ke Whangārei dari Vanuatu pada tahun 2017.

 

Baca juga:

Bocah Empat Tahun Korban Tragedi di Masjid Christchurch Bangun dari Koma

 

Ketua Asosiasi Indian Northland, Ralph Correa menggambarkan pertemuan publik sebagai satu keluarga besar yang berkumpul, dengan orang-orang dari semua lapisan masyarakat berbagi makanan dan budaya mereka.

"Kata-kata tidak dapat menggambarkan bagaimana memberi orang dengan waktu mereka, harapan baik dan hanya kontribusi yang mereka berikan untuk kebaikan masyarakat pada umumnya," kata Correa.

Selain itu, Bendahara Muslim Trust, Shirley Rankin, berterima kasih kepada semua orang dan mendorong mereka untuk terus berupaya saling mengenal secara lebih teratur.

Untuk diketahui, di Selandia Baru, Islam adalah afiliasi agama minoritas, karena sejumlah kecil imigran Muslim dari Asia Selatan dan Eropa Timur menetap mulai dari awal 1900-an hingga 1960-an.

Negara pulau Pasifik Selatan Selandia Baru adalah rumah bagi 36.000 Muslim, menurut sensus 2006. Menurut Tahir Nawaz, presiden Asosiasi Muslim Internasional Selandia Baru, jumlah Muslim Selandia Baru telah mencapai hampir 60.000 orang. (fau/nzherald/dbs/fot: aboutislam)


Back to Top