Pemprov Jatim Dorong Pengembangan Santripreneur

gomuslim.co.id – Pengembangan ekonomi pesantren kini dilakukan di sejumlah daerah. Selain Jawa Barat, Jawa Timur juga terus berupaya menciptakan santripreneur dalam program unggulan Jatim one pesantren, one product.

Bersama Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) dan Internastional Council for Small Business (ICSB) Indonesia, Pemerintah Provinsi Jawa Timur memetakan potensi pengembangan produk dari pesantren. Hal ini disampaikan Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak di Universitas NU Surabaya (Unusa), Kamis (18/04/2019).

Menurutnya, pemetaan potensi terhadap setiap pesantren perlu dilakukan agar pemerintah bisa melakukan intervensi dalam mendorong santri entrepreneurship. Potensi pengembangan ekonomi pesantren di Jatim yang cukup besar memerlukan pemetaan agar memudahkan dalam pengembangannya kedepan.

“Basis santri di Jawa Timur menjadi kekuatan yang luar biasa. Ada 6.000 pesantren. Banyak sekali pondok pesantren yang mau kita petakan, kita mau lihat potensinya. Dari pemetaan itu, lalu intervensi yang perlu dilakukan pemerintah apa, sehingga pemerintah bisa memainkan peran sebagai konsolidator,” ujarnya.

Dia mengatakan pemerintah akan mencoba membangun ekonomi santri melalui program one pesantren one product melalui tiga elemen penting. Beberapa diantaranya yakni penguatan product management, customer management, dan brand management.

 

Baca juga:

Persiapan Era Industri 4.0, Kemenperin Latih Santripreneur Melek Teknologi

 

Dengan demikian pada saat satu pesantren memutuskan untuk konsentrasi pada satu jenis komoditi, maka pesantren harus membangun pakar di bidangnya tersebut. “Kita harus tau dulu produknya apa, konsumennya siapa, lalu mengelola brand-nya bagaimana, jadi 3 elemen ini yang coba kita utamakan dan akan kita identifikasi,” katanya.

Emil mengatakan, selain itu, pemerintah juga akan melakukan profiling produk-produk pesantren yang sudah berhasil, untuk melihat apakah masih ada ruang untuk dikembangkan lebih besar lagi.

“Yang sekarang sudah ada itu kan minimarket berbasis santri itu, nah kenapa tidak jadi sarana untuk mendorong penjualan produk santri dengan memanfaatkan jejaring pesantren. Karena ada dua jenis minimarket, ada yang menjual produk asli santri, atau justru menjual produk luar,” tutupnya.

Sementara itu, Rektor Unusa, Prof Dr Ir Achmad Jazidie MEng, mengatakan, kekuatan wirausaha di ponpes sangatlah luar biasa. Program 'Satu Pesantren Satu Produk' diharapkan dapat menghasilkan produk pesantren modern yang dikelola para santri. Hal tersebut, guna membantu menciptakan produk wirausaha pesantren yang modern, ponpes perlu pendampingan institusi.

"Para santri pelaku entrepreneur perlu pembinaan konsep dan akses pemasaran, teknik pengemasan, strategi harga, hingga penyusunan laporan keuangan," ungkapnya. (njs/bisnis/dbs)

 

 

Baca juga:

Pemprov Jabar Dorong Ekonomi Umat Lewat Program One Pesantren One Product

 


Back to Top