Pengamat Ekonomi Syariah SEBI: UMKM Butuh Pendanaan Syariah

gomuslim.co.id - Pengamat Ekonomi Syaiah dari Sekolah Tinggi Ekonomi Islam SEBI, Azis Budi Setiawan mengatakan, kebutuhan akses keuangan syariah terhadap keuangan syariah sebenar cukup besar.

Dalam hal ini, jutaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) membutuhkan pendanaan syariah. Banyak yang tidak dapat mengakses karena UMKM tersebut dinilai belum bankable.

“Keuangan syariah yang paling mendasar dan dituntut kepada UMKM yaitu syarat-syarat yang bankable. UMKM bisa masuk kalau sudah memenuhi aspek legalitas, tata kelola usaha, masa berjalan usaha, dan berbagai syarat lainnya yang masih dianggap menyulit UMKM,” tutur Azis.

Salah satu cara untuk memenuhi berbagai persyaratan yang diberikan perbankan syariah, lanjut Azis, setidaknya pelaku UMKM membutuhkan seorang akuntan yang dapat membimbing.

Namun, di Indonesia tidak banyak akuntan yang mau memberikan jasa untuk membimbing UMKM. Menurut dia, hal itu menjadi tantangan tersendiri bagi UMKM.

 

Baca juga:

Polemik Pembiayaan Sertifikasi Halal UMKM, MUI Masih Cari Solusi

 

Meski demikian, terlepas dari tantangan yang ada, beberapa pelaku industri keuangan syariah, khususnya bank mulai menerapkan sistem yang meniadakan berbagai persyaratan tersebut. Hal itu diimbangi dengan pemberian pinjaman yang lebih kecil di bawah kategori mikro, yakni sekitar Rp 2 hingga 5 juta.

“Setidaknya saat ini terdapat sekitar 7 juta nasabah yang menjadi bagian dari program tersebut. Saya kira ini terobosan yang baik dan bisa menjadi benchmark bagi lembagan keuangan lain baik bank maupun non bank yang sebelumnya menganggap sistem ini risiko menjadi potensi profit,” tambahnya.

Dengan jumlah pinjaman yang lebih kecil, maka tingkat kredit macet juga tergolong rendah. Karena itu, pihaknya berharap pemerintah bisa menciptakan iklim yang kondusif agar pola-pola baru tersebut bsia terus berkembang dan menopang kebutuhan UMKM.

“Jika baru sekitar 7 juta nasabah yang terlayani, maka terdapat 53 juta pelaku UMKM lainnya yang belum terlayani dan membutuhkan pendanaan syariah tanpa syarat yang begitu rumit,” kata dia.

Artinya, masih besar dan masih harus dipikirkan lagi ke depan untuk memberikan akses pendanaan bagi UMKM lainnya. Karena itu lembaga keuangan syariah harus terus bertumbuh. (nat/rep/dbs/foto:wartaekonomi)

 


Back to Top