Ini Penambahan Anggaran Biaya Haji 1440H/2019M

gomuslim.co.id – Kementerian Agama bersama Komisi VIII DPR menggelar Rapat Kerja tentang Usulan Tambahan Anggaran Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji Tahun 1440H/2019M di Jakarta, Selasa (23/04/2019). Hasilnya, Pemerintah dan DPR sepakat menambah anggaran Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji tahun ini.

Menurut Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin, penambahan anggaran ini dibutuhkan mengingat adanya tambahan kuota 10 ribu jemaah haji Indonesia. Anggaran yang disepakati sebesar 360,5 miliar. Tambahan anggaran tersebut terdiri dari tambahan indirect cost BPIH sebesar 353,7 miliar dan tambahan anggaran APBN sebesar Rp6,8 miliar.

“Tambahan anggaran tersebut merupakan implikasi dari hasil pertemuan antara Presiden RI dengan Raja Kerajaan Arab Saudi pada tanggal 14 April 2019, di mana Indonesia mendapat tambahan kuota untuk jemaah haji reguler pada tahun 1440H/2019M sebanyak 10.000 jemaah,” ujar Menag.

Lebih lanjut, Menag menjelaskan, tambahan kuota tersebut berimplikasi terhadap penambahan biaya Indirect Cost BPIH, APBN, jumlah kloter, petugas kloter, pengadaan akomodasi di Tanah Suci, penambahan fasilitas, serta pelayanan lainnya.

Menag merinci, usulan Tambahan Anggaran Indirect Cost BPIH Tahun 1440 H/2019M sebesar 353,7 miliar digunakan untuk  Pelayanan Jemaah Haji dan Operasional Haji, baik di Arab Saudi dan di Dalam Negeri.

 

Baca juga:

Menag: Rekam Biometrik Haji Harus Ditunda Karena Bukan Syarat Khusus Penerbitan Visa

 

“Untuk pelayanan haji di Arab Saudi sebesar 334,18 miliar dan pelayanan jemaah di dalam negeri sebesar 17.7 miliar. Operasional Haji di Arab Saudi sebesar 35,8 juta, operasional haji di dalam Negeri sebesar 798,1 juta, serta saveguarding 987,5juta,” jelas Menag.

Selain itu, penambahan kuota haji juga berimplikasi dengan kebutuhan petugas. Tambahan petugas tersebut membutuhkan tambahan anggaran yang bersumber dari APBN sebesar 6.8 miliar.

Ia menambahkan, kebijakan untuk pengisian kuota tambahan 10 ribu jemaah pada prinsipnya berdasarkan urutan nomor porsi pada masing-masing provinsi. “Namun demikian kami juga mengusulkan untuk memprioritaskan jemaah lanjut usia (lansia) serta pendampingnya,” jelasnya.

Skema pengisian kuota tambahan 10 ribu jemaah haji Indonesia tahun 1440H/2019M, lanjut Menag, yaitu: jemaah haji daftar tunggu berikutnya sebanyak 5 ribu jemaah (50 persen) yang akan didistribusikan ke seluruh provinsi secara proporsional.

“Jemaah haji lansia sebanyak 2.500 jemaah (25 persen), ditentukan yang paling tua usianya, serta pendamping jemaah haji lansia sebanyak 2.500 jemaah (25 persen),” tutupnya.

Rapat dipimpin Ketua Komisi VIII DPR RI Ali Taher. Turut hadir, Kepala Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) Anggito Abimanyu, Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah M. Nizar, serta sejumlah pejabat eselon II Kementerian Agama. (jms/kemenag/foto:Semarak)

 

Baca juga:

Antisipasi Perubahan Kuota Haji, Kemenag Siapkan 125 Petugas Haji Tambahan

 


Back to Top