DWP Kemenko PMK Sosialisasi UU Jaminan Produk Halal untuk Ibu-ibu

gomuslim.co.id - Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan menggelar sosialisasi Undang-Undang (UU) Nomor 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal (JPH). Kegiatan ini merupakan inisiasi Dharma Wanita Persatuan Kemenko PMK bekerja sama dengan Keasdepan Pemberdayaan dan Kerukunan Umat Beragama Kemenko PMK.

Ketua DWP Kemenko PMK, Dini Pristiani, mengatakan kegiatan sosialisasi UU JPH diharapkan dapat memberikan pemahaman dan wawasan bagi ibu-ibu Dharma Wanita Kemenko PMK terkait dengan jaminan produk halal, termasuk pentingnya asupan makanan halal.

Menurut Dini, pendidikan dan asupan makanan halal bagi anggota keluarga merupakan dua hal penting yang tidak bisa dipisahkan satu sama lain. Keduanya saling menguatkan. Dan hal ini penting untuk diketahui para ibu sebagai sekolah pertama bagi proses pendidikan anak-anaknya.

 

Baca juga:

Ini Hikmah dan Manfaat Konsumsi Makanan Halal

 

Deputi Bidang Koordinasi Pendidikan dan Agama Kemenko PMK Agus Sartono mengatakan UU JPH merupakan jaminan negara kepada setiap pemeluk agama untuk beribadah dan menjalankan ajaran agamanya.

"Dalam hal ini negara telah hadir  memberikan pelindungan dan jaminan tentang kehalalan produk yang dikonsumsi dan digunakan masyarakat, di mana saat ini produk yang beredar di masyarakat belum semua terjamin kehalalannya" kata Agus.

Lebih lanjut, Agus mengatakan UU JPH bertujuan untuk memberikan kenyamanan, keamanan, keselamatan, dan kepastian ketersediaan produk halal bagi masyarakat dalam mengonsumsi dan menggunakan produk, dan meningkatkan nilai tambah bagi pelaku usaha untuk memproduksi dan menjual produk halal.

Menurut Agus, di era globalisasi perdagangan saat ini,  berbagai produk olahan dari luar negeri begitu mudah masuk ke Indonesia, maka adanya jaminan kehalalan produk makanan, minuman, obat-obatan, kosmetika, maupun barang gunaan lainnya menjadi sangat penting, khususnya bagi umat Islam.

Selain itu, Agus menuturkan UU JPH merupakan instrumen hukum yang memberikan perlindungan dan menjamin masyarakat dalam mengonsumsi dan menggunakan produk halal, serta dapat meningkatkan daya saing produk Indonesia.

Terkait dengan tema yang diangkat pada sosialisasi UU JPH, asupan makanan halal dan thoyib sangatlah penting dalam membentuk sumber daya manusia berkualitas menuju generasi Indonesia emas.

"Karena makanan halal dan thoyib akan berdampak pada tumbuh kembangnya calon generasi penerus yang akan lahir dalam membentuk generasi sehat dan kuat, baik jasmani, maupun rohani", ujar Agus. (nov/bisnisco)

 

Baca juga:

Alumni IPB Kembangkan Situs Informasi Makanan Halal di Indonesia


Back to Top