Bank NTB Syariah Fokus Kembangkan Teknologi Digital Perbankan

gomuslim.co.id - PT Bank Pembangunan Daerah NTB (Bank NTB Syariah) sedang memfokuskan dalam pengembangkan teknologi digital perbankan. Hal ini dilakukan untuk memudahkan nasabah dalam transaksi.

Menurut Direktur Utama Bank NTB Syariah Kukuh Rahardjo, salah satu target tahun ini adalah meningkatkan user mobile banking hingga 10 persen atau sekitar 40 ribu pengguna. Saat ini, jumlah pengguna mobile banking Bank NTB Syariah baru berada angka 2 persen dari jumlah nasabah.

“Rendahnya pengguna layanan mobile banking ini karena diversifikasi layanan yang masih belum lengkap atau masih 30 persen. Padahal M-Banking kita sudah mirip dengan bank nasional. Kami targetkan diversifikasi layanan bisa naik menjadi 80 persen pada Mei tahun ini," ujarnya, Rabu (24/4/2019).

Ia berharap adanya peningkatan diversifikasi layanan ini bisa meningkatkan jumlah pengguna mobile banking. Nasabah selama ini dinilai mengalami kesulitan dalam bertransaksi lantaran jenis transaksi masih terbatas.

"Kalau sudah diversifikasi nanti bisa untuk top up, untuk pembayaran BPJS, dan lain-lain sudah bisa. Sekarang kan nasabah yang melakukan transaksi melalui cabang sudah mulai berkurang dan beralih dengan menggunakan transaksi melalui ATM, internet banking, dan mobile banking,” jelasnya.

Selain itu, Bank NTB Syariah juga memperluas jangkauan transaksi dengan bekerja sama dengan beragam merchant sehingga dapat dijangkau dengan mudah oleh para nasabah. Sebelumnya, Bank NTB Syariah telah mengembangkan layanan SMS banking namun terbatas hanya untuk transkasi-transaksi yang sifatnya internal untuk nasabah.

 

Baca juga:

Fokus Kembangkan Ekosistem Halal, BNI Syariah Gandeng NTB Syariah Terbitkan Hasanah NTB Syariah Card

 

Sistem baru layanan SMS Banking hasil kerja sama dengan Telkomsel ini memberikan lebih banyak layanan transaksi perbankan termasuk jika terkendala jaringan layanan data seluler. "Ini akan memberikan kemudahan bagi nasabah. Misalnya di satu daerah yang tidak ada sinyalnya. Dia bisa pakai SMS, kalau sama sekali ndak ada, dia bisa gunakan USSD tanpa sinyal," jelasnya.

Hal ini sejalan dengan harapan pemerintah pusat untuk meningkatkan transaksi non tunai melalui program Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT) pada 2014 lalu. Bank Indonesia sebagai otoritas yang mengatur tentang sistem pembayaran pun saat ini mengarahkan pada upaya penguatan infrastruktur dan pengembangan sistem dengan bertopang pada kemajuan teknologi informasi termasuk di daerah.

Kendati pemerintah dan perbankan terus menerus mendorong peningkatan layanan non tunai di daerah, nyatanya sarana dan sumber daya manusia yang mengoperasikan perangkat layanan non tunai tersebut masih kurang mumpuni. (njs/bisnis)

 

Baca juga:

SMF dan Bank NTB Syariah Genjot Penyaluran Program KPR iB Pasca Bencana

 


Back to Top