Brunei Darussalam Kembali Terapkan Hukum Syariah, Kali Ini Hukum Mati bagi Penista Agama

gomuslim.co.id – Brunei Darussalam kembali memberlakukan hukum mati terhadap pelaku yang melakukan penistaan dan penghinaan terhadap Nabi Muhammad SAW. Undang-undang berhukum syariah tersebut telah diberlakukan sejak Rabu (3/4/2019) lalu.

Sultan Hassanal Bolkiah mengatakan, ancaman hukuman bagi penghina nabi ini berlaku bagi siapa saja yang tinggal diwilayah Brunei baik beragama Muslim maupun agama lain.

Tidak hanya itu, sanksi tegas juga diberlakukan terhadap pelaku tindak pindana pencurian Para pelaku pencurian di Brunei kini menghadapi ancaman hukuman potong tangan berdasarkan hukum syariah.

Dilansir AFP, Ia menyerukan ajaran Islam yang lebih kuat tetapi tidak menyebut secara eksplisit tentang hukum pidana yang baru diberlakukan.

 

Baca juga:

Tegas, Pemerintah Brunei Terapkan UU Rajam bagi Pelaku LGBT


“Saya ingin melihat ajaran Islam di negara ini tumbuh lebih kuat,” katanya dalam pidato yang disiarkan secara nasional di sebuah pusat konvensi di dekat ibukota Bandar Seri Begawan.

“Saya ingin menekankan bahwa negara Brunei adalah… negara yang selalu mengabdikan ibadahnya kepada Allah,” tambahnya seperti dikutip dari kantor berita AFP.

Dalam pidatonya, Sultan juga menegaskan bahwa azan dikumandangkan di semua tempat umum, tidak hanya di masjid, untuk mengingatkan warga Muslim tentang kewajiban mereka.

“Siapa pun yang datang untuk mengunjungi negara ini akan memiliki pengalaman menyenangkan dan menikmati lingkungan yang aman dan harmonis,” pungkasnya. (hmz/afp)

 

 

Baca juga:

Kemenag Brunei Darussalam Gelar Program ‘Mudahnya Shalat’


Back to Top