Ini 10 Grup Nasyid yang Lolos ke Babak Eliminasi Syiar Anak Negeri 2019

gomuslim.co.id - Lima kota besar di Indonesia baru saja usai menggelar audisi Syiar Anak Negeri 2019. Syiar Anak Negeri adalah ajang pencarian bakat remaja untuk berdakwah, baik melalui syiar, maupun syair.

Ajang ini menguji bakat peserta dalam penyampaian hotbah/ceramah, dongeng islami, dan juga nasyid. Helat Syiar Anak Negeri yang memasuki tahun kedua ini merupakan program sinergi Direktorat KSKK Madrasah Kemenag dengan MetroTV.

Direktur Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah, Kemenag, A Umar mengatakan lima kota sudah selesai menggelar audisi dan memilih dua grup nasyid untuk melaju ke babak eleminasi.

"Lima kota yang sudah menggelar audisi dan berhasil menjaring dua grup nasyid untuk lolos mengikuti babak eliminasi di Jakarta adalah Semarang, Makassar, Surabaya, Bandung dan Banjarmasin. Sementara untuk Kota Medan audisi akan digelar pada 25 April mendatang. Artinya dari audisi yang digelar di 6 kota itu menjaring 12 grup nasyid untuk melaju ke babak eliminasi," jelas A Umar.

 

Baca juga:

Puluhan Group Nasyid Madrasah Aliyah se-Indonesia Ikuti Syiar Anak Negeri

 

Produser Syiar Anak Negeri MetroTV Ratna Pramulia menjelaskan 10 grup nasyid yang sudah  lolos ke babak eliminasi dan mendapat golden tiket ke Jakarta berdasarkan kota tempat audisi adalah:

Semarang

1. Voice of Mandamen  - MAN 2 Kebumen

2. Li Maa - MAN 2 Kudus

 

Makassar

1. Nasyjd - MAN 1 Bulukumba Sulawesi Selatan

 

2. Gita Aliyah Nasyid - MAN Ende- NTT

 

Banjarmasin

1. B Three Voice - MAN Balikpapan

2. Zahro Voice - MAN 3 Banjarmasin

 

Bandung

1. EL Nida Voice - MAS YPP JAMANIS

2. Qolbun Akhwat - MAN 1 Pangkal Pinang

 

Surabaya

1. Q Voice - MAN Kota Batu

2. Giri Voice - MAN Masyhudiyah Gresik

 

Mulai tanggal 1 Mei grup nasyid yang terpilih di audisi  akan masuk karantina. Nantinya masing masing grup akan didampingi oleh seorang mentor dari Asosiasi Nasyid Nusantara termasuk yang mentor undangan yang berasal dari berbagai profesi.

Ratna menambahkan, selama masa karantina peserta tidak hanya berlatih melainkan juga akan mengunjungi berbagai tempat dan bertemu dengan para tokoh baik dari kalangan artis hingga tokoh agama.

"Metro tv dan Kemenag hanya menanggung segala sesuatunya buat peserta selama masa karantina seperti penginapan, transport dari daerah ke Jakata dan sebagainya namun tidak termasuk pendamping," tutur Ratna. (kemenag/dbs)

 

Baca juga:

IslamicTunes Gelar Festival di Batubara untuk Lahirkan Ikon Penyanyi Nasyid Asia Tenggara


Back to Top