Gaet Turis Dunia, Mesir Siap Bangun Bandara dekat Piramida Giza

gomuslim.co.id – Untuk mendongkrak angka kunjungan wisatawan pemerintah Mesir, awal Januari 2019 mulai membangun Bandar Udara Internasional Sphinx yang berlokasi di dekat Piramida Giza dan Grand Egyptian Museum.

Duta Besar Mesir untuk Indonesia Ahmed Amr Ahmed Moawad di sela-sela pameran foto bertajuk “Faces of Indonesia in The Eyes of Ambassador of the Arab Republic of Egypt” di Museum Perumusan Naskah Proklamasi, Jakarta, Selasa, (24/04/2019) mengatakan bandara itu merupakan bagian dari rencana Kementerian Pariwisata Mesir untuk memperbaiki akses ke sejumlah situs bersejarah yang menjadi tujuan wisata.

Untuk diketahui, sepanjang tahun 2018, pemerintah Mesir menargetkan kunjungan wisatawan asing sebanyak 12 juta, ternyata target itu mengalami kenaikan 40 hingga 50 persen dibandingkan dengan 2017. Pendapatan pariwisata Mesir pada semester pertama 2018 mencapai US$4,8 miliar (sekitar Rp67,5 triliun).

Dubes Moawad mengajak wisawatan Indonesia berlibur ke Mesir dengan panorama serta detinasi wisata sejarah yang sangat luar biasa. Pertengahan tahun ini tepatnya bulan April hingga Juni merupakan momen paling menyenangkan di Mesir. “Musim semi tentu menjadi hal yang spesial bagi wisatawan karena ada berbagai perayaan di jalanan dan taman-taman kota,” jelas Moawad.

 

Baca juga:

Hijaber Asal Mesir Ini Kisahkan Tokoh Super Hero Berhijab sebagai Role Model Perempuan

 

Pada periode April-Juni, musim semi berlangsung di Mesir dan ditandai dengan hari libur nasional Sham El Nessim, yang secara harfiah bermakna “mencium angin sepoi-sepoi”. Tradisi dari zaman Mesir kuno itu mempersatukan umat Muslim dan Kristiani dalam perayaan menyantap makanan laut di pantai, taman umum, kebun binatang, dan tempat-tempat terbuka hijau lainnya.

“Orang-orang akan keluar dari rumah dan saling berbagi keceriaan,” ujar Moawad sambil menambahkan wisatawan Indonesia tidak akan merasa terlalu terasing ketika mengunjungi Mesir. Apalagi, secara sosiologis kota di Mesir memiliki kemiripan dengan kota-kota besar di Indonesia.

Lalu lintas di Kairo tidak terlalu berbeda dengan Jakarta, misalnya. Perbedaannya, jalanan di Jakarta didominasi sepeda motor, sedangkan di Mesir lebih banyak mobil yang berlalu-lalang. “Sangat menyenangkan mengunjungi Mesir saat ini, terlebih dengan hadirnya bulan suci Ramadhan beberapa pekan mendatang. Tentu saya akan memberikan visa dengan senang hati,” kata dia.

Terkait pameran foto dijelaskan, Moawad mengaku senang dapat menyelenggarakan pameran foto di tempat bersejarah Museum Naskah Perumusan Proklamasi, terlebih Mesir merupakan salah satu negara pertama yang mengakui kemerdekaan Indonesia pada 1945.

Perjalanan Ahmed Amr Ahmed Moawad selama menjabat sebagai duta besar Mesir di Indonesia membawanya bertemu dengan banyak orang di berbagai tempat. Dari sekian banyak wajah yang Moawad temui, dia merekam warna-warni ekspresi yang mengesankan melalui kamera yang terangkum dalam 55 foto dalam pameran “Wajah-wajah Indonesia”.

Wajah-wajah itu menyimpan cerita dan kenangan sendiri bagi Dubes Moawad yang memotret wajah-wajah dari timur hingga barat Indonesia.

“Saya tertarik dengan orang Indonesia karena mereka ramah dan murah senyum. Apapun kesulitan yang mereka hadapi mereka tetap tersenyum,” pungkasnya. (fau/dbs/foto: egyptourism)

 

Baca juga:

Terungkap, Inilah Penyelundup Artefak Bersejarah di Mesir

 

 

 

 


Back to Top