Kampanye Toleransi, Gambar PM Selandia Baru Peluk Muslimah Jadi Mural di Melbourne

gomuslim.co.id – Gambar Perdana Menteri (PM) Selandia Baru, Jacinda Ardern yang sedang memeluk seorang wanita Muslim setelah serangan di masjid Christchurch diabadikan dalam sebuah mural sebuah gedung di Melbourne, Australia. Penyelenggara mural mengatakan gambar itu telah menjadi  sumber toleransi, cinta, dan perdamaian di masa-masa sekarang.

Sikap empatik Ardern terhadap keluarga korban pembantaian pun menuai pujian dari masyarakat dunia. Bulan lalu, foto yang sama dari PM Ardern juga sempat ditampilkan di gedung tertinggi di dunia, Burj Khalifa di Dubai.

Dalam satu hari, lebih dari USD 11.000 (atau setara Rp 110 juta) terkumpul melalui penggalangan dana online untuk mural yang akan dilukis di Menara gudang Tinning Street setinggi 75 kaki, di wilayah Brunswick itu.

“Komunitas kami adalah tempat yang terdiri dari banyak budaya dan banyak agama. Itu kaya karena sejarah dan komunitasnya yang beragam. Itu adalah tempat yang hatinya hancur pada hari penembakan di Christchurch,” kata kelompok yang dipimpin oleh Breathe Architecture di halaman penggalangan dana online GoFundMe.

Dalam laman tersebut pelukan Ardern dianggap sebagai perlindungan terhadap komunitas Islam, dan semua warga Selandia Baru. “Pelukan indah dan kuat untuk disaksikan. Kami ingin pesan ini diingat. Kami ingin semua orang tahu bahwa bersama akan selalu menjadi lebih kuat,” demikian seperti dilansir dari publikasi ABC, Kamis (25/04/2019).

 

Baca juga:

Putra Mahkota Abu Dhabi Puji Peran Imam Masjid Christchurch Selandia Baru

 

Seniman jalanan Loretta Lizzio, yang juga melukis mural besar di London dan Vancouver, diundang untuk melukis karya itu. Mural ini telah didukung oleh Pusat Islam Coburg. Pekerjaan diharapkan selesai pada akhir Mei 2019.

Seperti diketahui, 50 jemaah Muslim terbunuh dalam serangan 15 Maret yang menargetkan masjid Al Noor dan Linwood di Christchurch. Serangan yang mengguncang Selandia Baru itu mendorong pemerintah untuk memperketat undang-undang senjata dan melakukan penyelidikan nasional yang kuat tentang pembantaian terburuk di negara itu. (jms/abc/aboutislam)

 

Baca juga:

Bocah Empat Tahun Korban Tragedi di Masjid Christchurch Bangun dari Koma


Back to Top