Ini Zonasi Akomodasi Makkah-Madinah Jemaah Haji Indonesia Tahun 2019

gomuslim.co.id - Zonasi akomodasi di Makkah merupakan salah satu program unggulan dalam penyelenggaraan ibadah haji tahun 1440H/2019H. Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah telah menetapkan dasar hokum penempatan berupa Keputusan Dirjen nomor 135 tahun 2019 tentang Penempatan Jemaah Haji Indonesia di Makkah Dengan Sistem Zonasi Berdasarkan Asal Embarkasi tahun 1440H/2019M.

Berdasar pada Keputusan yang ditandatangani Direktur Jenderal PHU Nizar, ada tujuh wilayah yang akan digunakan sebagai zona penempatan jemaah haji Indonesia. Tujuh wilayah tersebut digunakan untuk menempatkan jemaah haji yang berasal dari 13 embarkasi.

Berikut data wilayah sistem zonasi di Makkah:

1. Wilayah Aziziah akan digunakan untuk penempatan jemaah haji asal embarkasi Lombok (LOP);

2. Wilayah Raudhah akan digunakan untuk penempatan jemaah haji asal embarkasi Palembang (PLM) dan Jakarta Pondok Gede (CGK);

3. Wilayah Misfallah akan digunakan untuk penempatan jemaah haji asal embarkasi Jakarta Bekasi (CGK);

4. Wilayah Jarwal akan digunakan untuk penempatan jemaah haji asal embarkasi Solo (SOC);

5. Wilayah Mahbas Jin akan digunakan untuk penempatan jemaah haji asal embarkasi Surabaya (SUB);

6. Wilayah Rei Bakhsy akan digunakan untuk penempatan jemaah haji asal embarkasi Balikpapan (BPN) dan Banjarmasin (BDJ);

7. Wilayah Syisyah akan digunakan untuk penempatan jemaah haji asal embarkasi Aceh (BTJ), Medan (KNO), Batam (BTH), Padang (PDG), dan Makassar (UPG).

 

Baca juga:

Ini Empat Fokus Pengawasan Layanan Haji 2019

 

Direktur Jenderal PHU, Nizar, yakin bahwa sistem zonasi akan memberikan dampak peningkatan layanan kepada jemaah haji. Bukan hanya peningkatan layanan akomodasi yang akan meningkat, Nizar juga yakin layanan konsumsi akan lebih baik.

“Sistem zonasi akan mempermudah pelayanan kepada jemaah haji. Selain itu juga memungkinkan agar jemaah haji menerima konsumsi sesuai dengan ciri khas masing-masing daerah,” ujar Nizar dalam berbagai kesempatan.

Sementara mengenai kesiapan zonasi akomodasi dan kapasitasnya di Makkah, Direktur Pelayanan Haji Luar Negeri Sri Ilham Lubis menyatakan bahwa akomodasi telah siap seluruhnya. Sedangkan akomodasi bagi jemaah haji kuota tambahan masih dalam pembahasan.

“Zonasi Makkah telah siap 100%, sudah didapatkan sesuai jumlah kapasitas yang diharapkan. Khusus untuk akomodasi kuota tambahan kami berupaya tetap zonasi,” tutur Sri Ilham di Jakarta, Selasa (23/4/2019).

Selain itu, Sri Ilham juga menjelaskan jarak akomodasi jemaah haji di Makkah dan Madinah. Disebutkan bahwa jarak akomodasi terdekat di Makkah 761 meter dan terjauh 4.350 meter dari Masjidil Haram. Sedangkan jarak akomodasi terdekat di Madinah 30 meter dan terjauh 584 meter dari Masjid Nabawi. (kemenag/dbs)

 

Baca juga:

Berusia 105 Tahun, Inilah Jemaah Tertua pada Musim Haji 2019


Back to Top