Hadirkan Auditor Handal dan Halal Center, BPJPH Jalin Kerjasama dengan 34 Kampus di Indonesia

gomuslim.co.id – Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) sudah menandatangani MoU kerjasama dengan 34 Perguruan Tinggi di Tanah Air. Kerjasama ini dilakukan sebagai bagian dari upaya menghadirkan auditor halal yang kompeten.

Kepala BPJPH, Sukoso, mengatakan kerjasama dilakukan dengan Perguruan Tinggi Negeri (PTN), Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) maupun Perguruan Tinggi Swasta (PTS). Menurutnya, peran auditor halal sangatlah strategis dalam implementasi UU No. 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal (UU JPH).

Beberapa kampus tersebut antara lain: Universitas Syiah Kuala Banda Aceh, Universitas Sriwijaya, Universitas Diponegoro, Airlangga, ITS Surabaya, Universitas Brawijaya, Universitas Tanjungpura Pontianak, Universitas Muslim Indonesia Makassar, sampai Universitas Khairun Ternate.

"Kerjasama ini penting untuk mencetak auditor halal yang kompeten. Mengingat obyek audit halal di Indonesia begitu besarnya, maka kita tentu butuh banyak auditor halal yang kompeten," ujar Sukoso.

Ia menambahkan, obyek audit halal di Indonesia sangat banyak. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) jumlah Usaha Kecil Mikro di Indonesia mencapai 6,2 juta. Belum lagi perusahaan menengah, besar dan multinasional yang juga banyak jumlahnya.

 

Baca juga:

Gandeng BPJPH, UPT Halal Center UMI Gelar Sosialisasi Jaminan Produk Halal

 

Berdasarkan amanat UU JPH, semua produk dari UKM hingga perusahaan besar bahkan multinasional, harus berstandar halal dan bersertifikat halal. Karena itu, BPJPH butuh puluhan ribu auditor halal yang kompeten.

“Kami perkirakan perlu 25 ribu auditor halal. Selain untuk auditor, BPJPH juga mendorong PTN, PTKIN dan PTS untuk menghadirkan Halal Center. Nantinya Halal Center di Perguruan Tinggi tersebut akan menjadi pembina UKM-UKM disekitarnya, sebagai pelaksanaan salah satu aspek Tri Dharma Perguruan Tinggi yaitu Pengabdian Masyarakat," jelas Sukoso.

Sukoso menyebut, UKM perlu disadarkan tentang pentingnya standar dan sertifikasi halal. Mengingat UKM berbeda dengan perusahaan multinasional, perusahaan besar dan menengah, yang sudah sadar pentingnya standar dan sertifikasi halal demi kelangsungan usaha mereka.

Di sisi lain, Halal Center tentu tidak akan membina sekenanya, karena mempertaruhkan reputasi Perguruan Tinggi tempat bernaungnya. Sehingga pembinaan terhadap UKM tentunya akan berjalan dengan baik, dan tanpa hal-hal yang merepotkan UKM.

"Halal Center juga bisa memudahkan UKM dalam pengisian form dan sebagainya. Buatlah UKM tidak ribet berurusan dengan pembinaan. Ibaratnya mau ikut ujian masuk PTN kan ada bimbingan belajar nya. Halal Center ibaratnya lembaga bimbingan belajar bagi UKM, sebelum mengurus sertifikasi halal untuk produk mereka," tutupnya. (jms/kemenag)

 

 

Baca juga:

RPP Jaminan Produk Halal Masih Belum Terbit


Back to Top