Tingkatkan Pelayanan Haji, Pemerintah Fasilitasi Tenda di Mina dengan Pendingin Ruangan

gomuslim.co.id – Pemerintah melalui Kementerian Agama terus berupaya meningkatkan pelayanan kepada para jamaah haji. Kali ini, pada puncak ibadah haji yang dilaksanakan di Arafah, Muzdalifah dan Mina, tenda para jamaah dipasangi pendingin ruangan atau AC.

Tenda jamaah pada puncak pelaksanaan haji selalu menjadi masalah bagi para jamaah haji, pasalnya fasilitas tenda mmemang terpantau tidak maksimal, oleh Karena itu, Direktur Pelayanan Haji Luar Negeri Sri Ilham Lubis meminta jamaah haji melengkapi diri dengan selimut saat berada di tenda Mina.

"Kami akan terus memaksimalkan fasilitas untuk para jamaah. Insya Allah tahun ini tenda di Mina kami berikan AC. Takutnya dingin, dihimbau jamaah membawa selimut,” ungkap Sri Ilham saat acara Pembekalan Terintegrasi Petugas Haji Arab Saudi di Asrama Haji Pondok Gede Jakarta, Rabu (24/4).

Ia mengungkapkan, tenda di Mina sebelumnya menggunakan kipas angin air, sehingga mengakibatkan tubuh para jamaah menjadi lengket dan menjadi lembab. Karenanya, Pemerintah berupaya memfasilitasi dengan memberikan AC agar ibadah haji menjadi khusyu.

 

Baca juga:

Karena Antrian Panjang, Kemenag Rencanakan Tambah Urinior untuk Jemaah Haji di Mina


“Bahan tenda juga ditingkatkan. Pada musim haji tahun ini, bahan tenda di Mina yang digunakan adalah bahan yang tahan api dan kedap air,” terangnya.

Sementara itu, Direktur Jenderal Penyelenggaran Ibadah Haji dan Umrah, Nizar, mengatakan, puncak ibadah haji, terutama di Armuzna (Arafah, Muzdalifah, dan Mina) merupakan saat-saat krusial. Lebih khusus lagi di Mina.

"Karena itu, kita meminta kepada muasassah (penyelenggara ibadah haji yang ditunjuk Pemerintah Arab Saudi) agar diminta tambahan space (ruang). Kalau tidak, akan terjadi kepadatan luar biasa di Mina. Yang selama ini space-nya 0,8 meter per orang, dengan penambahan kuota ini, bisa jadi 0,7 meter per orang atau bisa jadi juga 0,6 meter per orang," kata Nizar.

Nizar mencontohkan, pada tahun lalu saja, di mana kuota haji untuk Indonesia belum mendapat tambahan 10 ribu seperti tahun ini, petugas haji tak mendapatkan ruang istirahat di dalam tenda. Karena itu, dia mengaku saat ini permintaan penambahan luas ruang tenda di Mina terus diupayakan.

Pada pertengahan April ini, Pemerintah Arab Saudi menambah kuota haji untuk jamaah haji asal Indonesia. Kemudian, pada 23 April kemarin, Pemerintah Indonesia dan DPR sepakat menerima kuota tambahan sebanyak 10 ribu jamaah yang diberikan Arab Saudi kepada Indonesia. Adapun sumber pembiayaan untuk itu diupayakan berasal dari APBN melalui Bagian Anggaran Bendahara Umum Negara (BA-BUN). (hmz/kemenag/dbs)

 

 

Baca juga:

Ini Empat Fokus Pengawasan Layanan Haji 2019


Back to Top