Usung Keberagaman dan Toleransi, Abu Dhabi Gelar Festival OKI 2019

gomuslim.co.id – Keragaman budaya, persatuan, toleransi dan kasih sayang yang selaras dengan nilai-nilai Islam menjadi sorotan dalam edisi kedua Festival Organisasi Kerjasama Islam (OKI) yang digelar di Abu Dhabi.

Menteri Toleransi, Sheikh Nahyan bin Mubarak Al Nahyan, meresmikan festival yang akan berlangsung hingga 27 April 2019. Lebih dari 16 perwakilan negara Islam telah hadir di ibukota untuk menampilkan budaya dan tradisi mereka melalui seni dan musik.

Penasehat Sekretaris Jendral OKI, Youssef Aldobeay mengatakan, festival ini menyatukan budaya dan tradisi yang selaras dengan nilai-nilai Islam seperti toleransi, persatuan dan keterbukaan. Ia berharap kegiatan ini dapat meningkatkan kesadaran global tentang keragaman Islam.

“Ini merupakan kesempatan unik bagi umat Islam untuk membenamkan diri dalam berbagai unsur-unsur keimanan mereka dan berbagai lapisannya. Festival ini menawarkan akses yang belum pernah terjadi sebelumnya bagi non-Muslim yang ingin belajar lebih banyak tentang agama kita,” ujarnya seperti dilansir dari publikasi Khaleej Times, Jumat (26/4/2019).

Ia menambahkan, selain diadakan di Tahun Toleransi UEA, festival ini merupakan kesempatan untuk menyoroti nilai-nilai dan prinsip-prinsip Islam dan bertepatan dengan Peringatan 50 tahun OKI.

Kegiatan yang berlangsung selama empat hari ini bertujuan untuk meningkatkan nilai-nilai umum umat Islam. Kemudian, menyoroti budaya Islam dan menunjukkan kepada dunia bahwa Islam adalah agama damai yang merangkul inklusi dan ko-eksistensi serta mengecam kekerasan dan terorisme.

Festival bertajuk 'Satu negara yang disatukan oleh kerja sama yang penuh kebajikan, keadilan dan toleransi' ini membahas berbagai masalah terutama yang melibatkan toleransi sebagai fondasi Islam. Selain itu, pembahasan juga terkait peran pemuda dalam menyebarkan budaya toleransi, dan pentingnya toleransi dan moderasi dalam ibadah.

 

Baca juga:

Kampanye Toleransi, Gambar PM Selandia Baru Peluk Muslimah Jadi Mural di Melbourne

 

Salah satu sorotan utama dari festival ini adalah paviliun Palestina, yang ditempatkan secara strategis di jantung pameran. Ini menekankan pentingnya negara bagi dunia Islam dan status vitalnya dalam identitas Islam. Festival ini merayakan budaya Palestina melalui media seperti seni dan film pendek.

Mohammed Khalid, seorang peserta pameran dari Arab Saudi, mengatakan bahwa dirinya datang untuk merayakan Islam melalui seni dan musik. “Kita tunjukkan kepada orang lain tentang budaya agama Islam, yaitu perdamaian, cinta, dan toleransi," katanya.

Festival ini menampilkan area panggung utama di mana para cendekiawan Islam dan pemimpin pemikiran menyajikan ceramah dan lokakarya yang menyoroti berbagai aspek budaya Islam.

Panggung utama juga menyelenggarakan pertunjukan langsung oleh Abu Dhabi Folklore Group, menampilkan seni dan budaya tradisional UEA; Kelompok Tarian Rakyat Alexandria, dari Mesir; dan pameran Emirati Malid - seni tradisional Emirat yang mewujudkan warisan budaya UEA. Area interaktif menampilkan kaligrafi Islam tradisional dan modernserta pameran seni dari berbagai negara. (jms/khaleejtimes)

 

 

Baca juga:

Muslim Travelers, Kini Bagian Istana Presiden Qasr Al Watan Resmi Dibuka di Abu Dhabi


Back to Top