Pengusaha Nasional Ini Jadi Pemegang Saham Startup Muslim ‘Umma’

gomuslim.co.id – Pengembangan aplikasi digital berbasis komunitas muslim ‘Umma’ terus dilakukan. Kini, pemegang saham mayoritas dari perusahaan rintisan (startup) tersebut dipegang pengusaha nasional sekaligus orang terkaya Indonesia ke-16 versi Forbes, Garibaldi Thohir atau Boy Tohir.

Garibaldi mengatakan tingginya jumlah pengguna aplikasi Umma menjadi bukti bahwa pembelajaran Islam saat ini telah menyatu dengan masyarakat. “Telah menjadi bagian dari gaya hidup sehari-hari,” ujarnya dalam keterangan pers, Jumat, (26/04/2019).

Menurutnya, pengembangan aplikasi Umma sangat terbuka untuk dapat memfasilitasi berbagai kebutuhan lain masyarakat muslim di tanah air. Ia berharap Umma dapat menjadi platform Rahmatan Lil Alamin dan dapat menjadi pilihan dan pemersatu umat Islam Indonesia.

Ia menjelaskan Indonesia telah menjadi pasar muslim terbesar di dunia. Hal ini karena 220 juta penduduk Indonesia adalah pemeluk Islam. Bahkan lembaga riset internasional Pew Research Center menyatakan 93% responden di Indonesia menganggap agama memiliki peran penting dalam kehidupan mereka.

Karena itu, guna membantu dan mendukung umat Muslim Indonesia menjadi pribadi yang lebih baik lagi, Umma meluncurkan aplikasi dengan beragam fitur komprehensif yang mempromosikan konten positif yang berisi keberkahan dan kebaikan serta nilai-nilai Islam.

"Tanpa kita sadari, kawasan perekonomian Indonesia itu menjadi yang tertinggi di Asia Tenggara. Kawasan ekonomi Asia Tenggara, kalau enggak ada Indonesia, enggak ada artinya," katanya.

Garibaldi melihat besarnya potensi aplikasi Umma bisa bersanding sebagai salah satu unicorn tanah air seperti Gojek, Traveloka, Bukalapak, dan Tokopedia. Unicorn adalah perusahaan startup yang memiliki valuasi nilai hingga USD 1 miliar.

Tiga Fitur Utama

Aplikasi mobile Umma ini memberikan kemudahan bagi umat muslim Indonesia dalam beribadah, berbagi informasi, dan saling berinteraksi. Setidaknya ada tiga fitur utama dalam aplikasi ini. Pertama, fitur penunjang beribadah, terdiri dari waktu shalat dan penunjuk arah kiblat yang dapat digunakan di lokasi mana pun berbasis GPS. Selain itu, ada fitur Alquran dan Terjemahan yang menawarkan kumpulan rekomendasi ayat-ayat Alquran dengan berbagai tema kehidupan.

 

Baca juga:

Muslim Ummah, Aplikasi Komplit untuk Muslim Lifestyle Terkini

 

Kedua, fitur konten, terdiri dari beragam artikel serta berbagai video kajian dan ceramah ustadz yang telah diverifikasi dan dimoderasi. Sebagai platform teknologi, konten Umma dipersonalisasi sesuai ketertarikan pengguna dengan menggunakan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Inteligence/AI).

Ketiga, fitur Komunitas, yakni grup percakapan yang dimoderasi untuk memfasilitasi pengguna Umma dari beragam latar belakang untuk berdiskusi maupun melakukan tanya jawab dengan ustadz pembina grup masing-masing.

CEO dan Co-Founder Umma Indra Wiralaksmana mengatakan, konten aplikasi Umma telah diisi lebih dari 80 ustadz dan ulama populer yang siap berbagi informasi kepada para pengguna. Aplikasi ini juga telah memfasilitasi terbentuknya 80 komunitas baru dan diprediksi jumlahnya akan terus bertambah. 

Pertumbuhan pengguna aplikasi ini juga cukup tinggi yakni sekitar 50% per kuartal sejak Ramadan tahun lalu. “Kami berharap Umma dapat menjadi komunitas muslim online terbesar di Indonesia dalam beberapa tahun mendatang,” jelasnya.

Untuk diketahui, Aplikasi Umma ini diluncurkan oleh PT Khazanah Prima Sukses. Versi beta aplikasi ini diluncurkan pada akhir 2017 dengan nama Muslim Ummah. Kini, versi lengkapnya dengan nama Umma sudah dapat diunduh secara gratis melalui iOS dan Android.

Indra menyatakan per April 2019, aplikasi Umma telah diunduh lebih dari 2,5 juta pengguna di Indonesia, baik melalui Play Store maupun App Store. (jms/katadata/dbs/foto:gatra)

 

 

Baca juga:

Sambut Ramadhan, Pengusaha Muslim Ini Luncurkan Aplikasi CollabDeen

 


Back to Top