#KabarHaji

Kemenkes: Gelang Kesehatan Haji Terintegrasi Barcode Data Jemaah

gomuslim.co.id – Persiapan pelaksanaan ibadah haji 1440 H/2019 M terus dilakukan. Untuk tahun ini, Kementerian Kesehatan menyiapkan gelang penanda kesehatan jemaah haji dengan menggunakan satu warna yakni oranye.

Menteri Kesehatan, Nila F. Moeloek mengatakan penggunaan gelang tahun ini berbeda dari tahun sebelumnya dimana Kemenkes memberikan gelang kesehatan dengan tiga warna. Yaitu warna merah, kuning dan hijau yang diberikan sesuai kategori kondisi kesehatan jemaah.

“Satu warna sekarang karena di dalam sudah ada lengkap dengan makin canggih ada tanda barcode di dalamnya. Jadi lebih bagus kalo dulu cuma ada tanda dia sakit sekarang ada data jemaah,” jelas Menkes setelah memberikan Pembekalan Terintegrasi Petugas Haji Arab Saudi Tahun 1440H/2019M, di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Jumat (26/04/2019).

Barcode yang ada pada gelang tersebut, kata Menkes, akan mengakses data-data kesehatan jemaah pada Siskohatkes yang terintegrasi dengan Siskohat Kemenag. Menurutnya, untuk pendataan jemaah berdasarkan diagnosis penyakitnya saat ini akan menggunakan kartu kesehatan jemaah.

Kartu itu memuat tidak saja data kesehatan jemaah namun juga jenis penyakit yang dideritanya. Hal ini, kata dia, sangat membantu, mengingat Indonesia memiliki jumlah jemaah haji terbesar di dunia. Pada musim haji kali ini, Indonesia akan memberangkatkan 231 ribu jemaah haji.

Ketersediaan data digital  yang melekat pada jemaah ini diharapkan Nila dapat membantu petugas di lapangan untuk lebih cepat memberikan pertolongan bila ada jemaah yang membutuhkan penanganan. “Scan barcode, petugas bisa langsung tahu status kesehatan yang bersangkutan,” ujarnya.

 

Baca juga:

Tingkatkan Pelayanan Haji, Pemerintah Fasilitasi Tenda di Mina dengan Pendingin Ruangan

 

Sementara itu, Kepala Pusat Kesehatan Haji, Dr Eka Jusuf Singka mengatakan bahwa jemaah risti yang jumlahnya sekitar 60 persen nantinya akan ditandai di kartu kesehatan jemaah dengan warna oranye. Sebaliknya jemaah yang sehat akan tanpa tanda warna oranye.

"Gelang udah enggak lagi jadi kartu, kartu itu three in one, ada ICT tanda vaksin, ada data-data kesehatan, ada tanda risti. Tanda ristinya warnanya oranye, tidak seperti dahulu (gelang) merah, kuning, hijau. Warna oranye itu akan menjaga psikologis jemaah," katanya.

Caranya menurut Eka, di dalam kartu kesehatan haji jemaah itu nantinya akan ada barcode atau QR Code yang bisa di-scan tak hanya oleh petugas haji Indonesia namun juga petugas Arab Saudi. Dengan demikian, petugas akan mengetahui rincian data kesehatan jemaah yang bersangkutan. (jms/kemenag/viva)

 

Baca juga:

Ini Zonasi Akomodasi Makkah-Madinah Jemaah Haji Indonesia Tahun 2019


Back to Top