Pesepak Bola Muslim Ini Cetak Gol Indah Usai Buka Puasa

gomuslim.co.id – Pemain muslim klub Ajax Amsterdam, Hakim Ziyech memberikan kejutan pada leg kedua semifinal Liga Champions melawan Tottenham Hotspurs. Pada laga yang berlangsung di Johan Cruijff Arena, Belanda, Rabu (8/5/2019) itu, Ziyech mencetak sebuah gol indah, 13 menit setelah berbuka puasa.

Hakim Ziyech sendiri bermain sejak awal laga. Ia berbuka puasa ketika pertandingan memasuki menit ke-22. Waktu berbuka puasa di Belanda yakni pukul 21.22. Ziyech bersama pemain muslim lainnya, Noussair Mazraoui langsung berlari ke pinggir lapangan. Mereka mengambil dan melahap makanan berbentuk gel dalam kemasan.  

Proses terjadinya gol berawal saat menerima umpan dari Dusan Tadic. Tanpa ampun, penyerang kebangsaan Maroko itu pun langsung melesakan tembakan kaki kiri dari dalam kotak penalti ke pojok gawang yang tidak bisa diblok Kiper Spurs, Hugo Lloris.

Sayangnya, gol Ziyech dan satu gol De Light belum cukup untuk meloloskan kan Ajax ke final karena kalah 2-3 dari Spurs. Agregat memang imbang 3-3, tetapi Ajax tetap tersingkir karena kalah produktivitas gol tandang dari Tottenham.

Meski Ajax menelan pil pahit, Ziyech tetap menuai pujian dari netizen karena berpuasa ketika pertandingan penting dan bahkan mencetak gol spektakuler.

Sebelumnya, Noussair Mazraoui mengatakan bahwa dirinya sudah terbiasa melakukan puasa ketika bermain sepakbola. “Bisakah atlet level atas tidak makan jika dia harus melakukan upaya besar. Tentu ada perbedaan opini soal ini, tapi ini adalah pilihan saya. Saya merasa sangat energik selama Ramadhan," ujarnya seperti dilansir dari publikasi koran Belanda, AS.

 

Baca juga:

Klub Sepak Bola Eropa Ramai-Ramai Ucapkan Selamat Ramadhan

 

Mazraoui berusaha meyakinkan para fan Ajax bahwa para pemain tidak akan menurun kondisinya meski berpuasa saat pertandingan. "Pertandingan mulai pukul 21.00, pada pukul 21.15 saya sudah bisa minum sesuatu. Jika saya bakal dimainkan, saya akan langsung ke pinggir lapangan untuk minum sedikit," terangnya.

Ibadah puasa di Eropa sendiri memang cukup berat jika dibandingkan di wilayah seperti Asia Tenggara. Sebut saja di Amsterdam pada Rabu (8/5), waktu salat subuh atau batas dimulainya berpuasa dimulai 03.48, sedangkan magrib atau waktu berbuka pada 21.18 waktu setempat.

Artinya, muslim yang tinggal di Amsterdam atau negara-negara di Eropa lainnya menjalankan puasa selama hampir 18 jam. Berbeda dengan di Indonesia yakni hampir 14 jam. Sementara, muslim ketika berpuasa tak boleh makan dan minum sejak matahari terbit hingga terbenam.

Soal berpuasa, bintang Liverpool Mohamed Salah pernah berbagi pengalaman pada 2014. Saat itu dia mengungkapkan kesulitan yang dihadapi pesepak bola profesional selama Ramadan.

"Ramadan sedikit sulit bagi saya, karena kami harus berlatih dua kali setiap hari. Cuaca sangat panas dan saya bermain di setiap pertandingan. Saya tak bisa minum air hingga pukul 21.30. Meskipun saya sudah terbisa, Ramadan kini sudah selesai. Sekarang saya bisa makan dan minum dengan normal," kata Salah. (jms/as/bolasport)

 

 

Baca juga:

Hadapi Barcelona, Salah dan Mane Tetap Berpuasa

 


Back to Top