#Ramadhan2019

Targetkan Rp 100 Miliar, Lazismu Optimalkan Layanan Gerai Zakat dan Payment Gateway

gomuslim.co.id - Lembaga amil zakat nasional Lazismu kembali membuka layanan gerai (counter) untuk memfasilitasi para muzaki (donatur) dalam menunaikan zakat, infak dan sedekah di bulan Ramadhan 1440 H. Gerai zakat ini tersedia di beberapa titik seperti di Blok M Square, Lippo Mall Kramat Jati Jakarta Timur, Kemendikbud RI, Thamrin City, Plaza Kalibata, dan Teras Kota BSD.    

PR Manager LAZISMU, Nazhori Author mengatakan, pihaknya menargetkan penghimpunan dana ZIS sebesar Rp 80 miliar hingga Rp 100 miliar pada Ramadhan tahun ini. Beberapa program telah diluncurkan di antaranya Kado Ramadhan, Back to Masjid, Mudikmu Aman, dan Indonesia Mobile Clinic (IMC) yang dilaksanakan secara nasional.

“Gerai-gerai zakat yang tersedia di Mall itu untuk mempermudah akses bagi muzaki yang ingin menunaikan zakat, infak dan sedekah. Meski Lazismu memfasilitasi layanan mobile apps, Gopay, dan Payment Gateway serta layanan jemput zakat,” ujarnya.

Pada Ramadhan kali ini, Lazismu mengusung tema ‘Ramadhan Mencerahkan’. Bulan mulia yang dimaknai secara sosial-spiritual dapat memantik kepekaan sosial yang mencerahkankan melalui edukasi zakat, pemberdayaan ekonomi zakat, kepedulian, dan kesalehan sosial.

Namun demikian, tantangan dalam menghimpun zakat ini secara kulutral masih ada dalam praktik menunaikan zakat di masyarakat khususnya kaum muslimin. Persoalan klasiknya masyarakat membayar zakat masih konvensional, belum tergerak untuk memanfaatkan lembaga amil zakat yang kredibel sebagai tempat untuk menunaikan zakat.

 

 

Baca juga:

Lazismu Launching Program Ramadhan 1440 H

 

“Lazismu berupaya menyosialisasikan ke tengah masyarakat lewat berbagai media edukasi agar masyarakat mengetahui lembaga amil zakat yang siap menerima dana zakat, infak dan sedekah,” ungkapnya.

Relawan gerai zakat Iis Faojiah di Kalibata Plaza mengatakan ini pengalaman pertama saya terlibat dalam penghimpunan zakat bersama Lazismu. “Di lokasi ini antusias kaum muslimin untuk mengenal lembaga amil zakat mulai terlihat, mereka menanyakan dan memanfaatkan brosur untuk dibaca bagaimana cara menunaikannya,” katanya.

Hal senada juga disampaikan Ulfa Adiningsih. Ia menyebut ini sebagai tantangan dan pengalaman baru. “Ternyata mengajak orang untuk berzakat perlu waktu bagaimana berinteraksi dengan calon muzaki yang prospektif,” tuturnya. (jms/lazismu)

 

 

Baca juga:

Lazismu Sosialisasi dan Ajak Anggota Kepolisian Parepare untuk Berzakat


Back to Top