Begini Perkembangan Islam dan Toleransi Umat Beragama di Perancis

gomuslim.co.id - Secara bahasa dakwah memiliki arti ajakan, seruan, himbauan dan seterusnya. Sedangkan secara Istilah menurut syeikh ali Mahfudz dalam kitabnya hidayatul mursyidin, dakwah memiliki arti mengajak manusia melaksanakan amal kebaikan sesuai petunjuk Allah dengan tujuan memperoleh bahagia dunia dan akhirat.

Dai Ambassador Corp Dai Dompet Dhuafa (Cordofa) Perancis, Muhammad  Zen mengatakan, bagi seorang dai biasanya bersemangat saat jumlah jamaahnya banyak berkobar dan membara saat berceramah. Namun menjadi tantangan tersendiri bagi dai saat berceramah di negara muslim yang minoritas terutama di negara eropa seperti negara Perancis.

“Kalau di Indonesia saat ada pengajian atau kajian jumlahnya pasti yang hadir cukup banyak. Tentunya tantangan betdakwah di Paris itu berbeda, jamaah di perancis memang sangat unik, untuk mengumpulkan jamaah yang banyak  hanya waktu tertentu saja seperti berbuka puasa dan khutbah jumat.  Jumlah jamaah yang banyak amatlah sulit dilakukan saat mengadakan kajian dalam sebuah tempat pendidikan arraudhah Paris,” kata Zen dalam release tertulis pada (Senin, 13/5/2019)

Baca juga:

Berbagi Keberkahan Ramadhan, Dompet Dhuafa Grebek Kampung Binaan di Bogor

Ia mengungkapkan, ada tantangan dalam berdakwah walaupun jamaahnya satu seorang dai harus siap dan ikhlas menyampaikannya. Katanya, ia merasa bersyukur dan senang karena saat menyampaikanbtausuahnya ada perkembangan jumlah jamaah.

“Hari pertama kajian jum'at tanggal 10 mei 2019  kajian mt arraudah di adakan di aula KBRI paris yang hadir satu orang yaitu Retno. Sosok wanita ini semangat belajar luar biasa beliau tidak hanya ikut kajian di  arraudah namun beliau juga sampai  ikut kajian di Nation Paris di rumah Ledya. Hari kedua yaitu sabtu 11 mei 2019 kajian tempat pendidikan arraudah paris diadakan di rumah ibu retno istri seorang technokrat. Alhamdulillah yang hadir jumlahnya  lebih banyak dibanding sebelumnya yaitu menjadi tiga jamaah. Bertambah jamaah yaitu pak Andang dan Ida”, ujar  Zen.

Ia menegaskan yang menjadi catatan tersendiri  dalam berdakwah waktu yaitu tantangan dan kendala bagi Dai Ambassador Perancis saat bedakwah berhadapan langsung dengan jamaah yang keilmuannya sangat memadai. Ada seorang technokrat yang keilmuannya luar biasa kami menyapanya dengan Andang. Demikian halnya Ida ini pejabat tinggi di Paris yang memiliki pengetahuan luas dan jaringan islam dan keparisan yang sangat luar biasa. Bahkan Ida ini termasuk pengurus salah satu philantropy yang ada di Paris.

Katanya, Dai ternyata tidak harus menyampaikan materi ceramahnya, namun putra bekasi ini yang diamanahkan menjadi dai ambassador Corp Dai Dompet Dhuafa (Cordofa) Perancis banyak juga belajar tentang perkembangan islam di Perancis.

Sementara itu, menurut Ida penggerak NGO philantropy perkembangan islam cukup pesat di Perancis, tercatat kurang lebih pemeluk Agama Islam terbanyak ke 2 di negara ini.  Kurang lebih ada sejumlah 6 juta muslim dan memiliki 2000 mesjid.

Perkembangan lainnya dapat dilihat dari berbagai sisi perkembangan umat islam, jumlah masjid, angka kemiskinan, dan terlaksananya nilai Islam baik dalam hal pinjam meminjam tanpa bunga, setelah di telusuri inilah akad yang namanya qard alhasan, bahkan ada kebiasaan masyarakat dalam perkebunan yaitu sistem paron atau paroan.

“Demikian halnya ketika dalam ajaran Islam ada pelarangan mengkonsumsi daging babi ternyata banyak penelitian ahli perancis yang menjelaskan bahaya atau mudharatnya jika makan daging babi, sehingga warga perancis pun yang agama bukan islam mereka mencari makanan yang halal karena menjadi sehat. Demikian halnya perkembangan bank syariah sangat pesat”, tutur Ida

Ajaran Islampun mengajarkan akhlak seorang murid kepada guru, akhlak bertetangga bahkan ajaran islam juga mengajarkan umatnya untuk memperhatikan kesejahteraan bagi yang tidak punya. Hal ini senada dengan kebijakan pemerintah perancis yang memperhatikan kesejahteraan warga miskin yang alokasi dananya  bersumber dari pajak. (hmz/release/dompetdhuafa)

Baca juga:

Tim Da'i Dompet Dhuafa Siap Tebarkan Islam selama Ramadhan di Hong Kong


Back to Top