Ketua Dewan Komisioner OJK: Bank Wakaf Mikro Punya Potensi Besar untuk Berkembang

gomuslim.co.id – Badan Wakaf Mikro (BWM) kini menjadi salah satu lembaga keuangan syariah yang punya potensi besar untuk maju dan berkembang. Demikian disampaikan Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso dalam acara Forum Silaturahim Studi Ekonomi Islam (FoSSEI) di BEI, Jakarta, Senin (13/5/2019).

Ketua Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) ini mengatakan bank wakaf mikro dapat menjadi alternatif untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat. Hal ini mengingat BWM menyasar masyarakat yang belum mendapatkan akses layanan keuangan secara formal.

Saat ini, OJK mencatat hingga Mei 2019, terdapat 53 BWM telah menyalurkan pembiayaan Rp 8,45 miliar kepada 10.003 nasabah. Angka ini meningkat dari capaian Maret 2018 dengan penyaluran pembiayaan oleh 20 bank wakaf mikro sebesar Rp 2,45 miliar kepada 2.784 nasabah. Untuk tahun ini, pihaknya menargetkan 100 bank wakaf mikro dapat terbentuk.

“Kita bisa mengembangkan potensi hingga 1.000 bank wakaf mikro asalkan tersedia dana wakaf sebesar Rp 8 triliun. Asumsinya, satu bank wakaf mikro menyalurkan pinjaman maksimum kepada 3.000 nasabah. Artinya, akan ada 3 juta nasabah yang memperoleh pembiayaan di seluruh Indonesia,” ujarnya.

Pembiayaan melalui bank wakaf mikro sendiri menerapkan skema pembiayaan tanpa agunan dengan nilai maksimal Rp 3 juta dan margin bagi hasil setara 3%. Selain itu, dalam skema pembiayaan bank wakaf mikro juga disediakan pelatihan dan pendampingan serta pola pembiayaan yang dibuat per kelompok.

“Bank wakaf mikro berpotensi meningkatkan taraf hidup masyarakat yang selama ini tidak bisa akses keuangan formal seperti perbankan atau lembaga keuangan formal lainnya. Atau mereka yang tidak mempunyai izin usaha, agunan, atau bahkan NPWP dan pembukuan keuangan,” jelasnya.

Menurutnya, tipe masyarakat atau pengusaha UMKM seperti ini lah yang selama ini tidak pernah mendapat dukungan dari sektor jasa keuangan, meskipun usaha kecil yang dijalaninya sudah mampu bertahan selama puluhan tahun.

 

Baca juga:

Hindari Rentenir, Warga Jabar Bisa Manfaatkan Tiga Instrumen Syariah Ini

 

"Padahal masyarakat itu misalnya sudah ada yang berpuluh-puluh tahun berusaha di bidang informal, yang tanpa sentuhan atau support dari sektor jasa keuangan, sehingga dia dapat bantuan sosial. Tapi kan itu tidak cukup. Masyarakat seperti ini yang harus kita bina dan kita bantu agar lebih baik,” ungkapnya.

Namun demikian, proses pembinaan bagi para bank wakaf mikro dan masyarakat itu memang memerlukan waktu. "Karena setiap satu nasabah itu harus kita bina, kita ketemu sekitar lima hari untuk kita tahu konsepsi dan lain sebagainya. Jadi ini memang perlu waktu dan tidak bisa instan," katanya.

Ia menambahkan, peran dari generasi milenial sangat diharapkan untuk merealisasikan potensi Indonesia menjadi pusat ekonomi dan keuangan syariah dunia. Karakteristik generasi millenial yang kreatif, inovatif dan melek teknologi akan menjadikan halal product and services sebagai lifestyle yang merupakan katalisator berharga bagi pengembangan ekonomi dan keuangan syariah.

"Sekarang jangan lagi hanya terpaku di tatanan narasi dan teori, tapi langsung praktek. Saya sangat berharap generasi muda kita ini menjadi mesin penggerak industri halal dan keuangan syariah kita sekarang dan di masa depan," harapnya.

Apalagi, di era revolusi industri 4.0 ini, perkembangan teknologi saat ini tidak dapat dibendung dan telah merambah ke seluruh sendi kehidupan masyarakat. "Perkembangan teknologi ini harus kita manfaatkan sebaik-baiknya. Jangan sampai syariah kita ketinggalan. Kita ciptakan ekosistem halal baik dari sisi fashion, wisata, maupun hotel,” katanya.

Selain itu, ia juga mengingatkan agar Indonesia tidak terlena dengan capaian yang telah diraih dan meminta untuk terus memacu produk keuangan syariah lebih kompetitif dengan lembaga keuangan konvensional baik dari segi kualitas, pelayanan maupun harga. (jms)

 

Baca juga:

Rapat Bersama Ketua OJK RI, Presidium Nasional FoSSEI Rekomendasikan BUMDES Syariah


Back to Top