#Ramadhan2019

Punkajian Bekasi Bagikan 150 Paket Buka Puasa Setiap Hari selama Ramadhan

gomuslim.co.id – Keberkahan Ramadhan dalam berbagi terus disebarluaskan dari beberapa kalangan pelosok negeri, termasuk Komunitas Punk yang berada dalam naungan Punkajian Bekasi, membagikan Ifthar  secara gratis dipelintasan Jalan Ir. Juanda, Bekasi Selatan Kota Bekasi.

Miki Kosasi selaku ketua Punkajian Bekasi mengatakan, pembagian ifthar berdasar kerjasama dengan Fum-Us. Berbagi keberkahan itu dilakukan setiap hari dimulai dari awal Ramadhan pada 6 Mei 2019.

Miki Kosasi, Ketua Punkajian Bekasi

“Kegiatan ini sebenarnya kepanjangan dari sebar Jumat yang biasa kita lakukan setiap Jumat. Tapi sekarang bagaimana kalau kita kemudian sebar iftharnya di bulan Ramadan," kata Miki di sela kegiatan, Rabu (15/5/2019).

Ia mengatakan, disetiap harinya Punkajian bersama Fum-us membagikan Ifthar tidak kurang dari 150 paket. Katanya, Ifthar kali ini merupakan tahun kedua dbulan Ramadhan, akan tetapi, kegiatan tahun lalu tidak dilaksanakan setiap hari dibulan Ramadhan, karena masih mengharapkan bantuan dari masyarakat.

 

Baca juga:

Punkajian Bekasi Terus Gelar Aksi Dakwah kepada Anak-anak Punk di Berbagai Penjuru


“Tahun lalu masih mencari iuran, saat tidak ada iuran yang masuk, maka kita tidak melakukan ifthar. Tapi Alhamdulillah pada tahun ini, keuangan donatur udah ada yang ngurus. Sinergi kita sama komunitas FAM-US membawa keberkahan. Mereka yang kasih dana, kita yang ngurus mulai masak sampai bagi-bagi ifthar di lapangan," ungkapnya.

Bagi Miki kegiatan seperti ini sekaligus untuk menunjukkan kepada masyarakat bahwa stigma buruk tentang anak punk tidak sepenuhnya benar. Ia ingin masyarakat menyadari terdapat kebaikan dibalik tato-tato yang menempel pada tubuh anak punk.

"Kalau punk itu dari dulu itu memang solidaritasnya sudah kuat, sosialnya bagus, ditambah lagi ketika kita mengenal Islam tahu keutamaan-keutamaan di bulan Ramadan, makanya kita lebih semangat lagi berbagi," ujarnya.

Ia pun tidak memungkiri masih banyak masyarakat memandang sebelah mata dengan keberadaan komunitasnya. Hanya saja dia yakin momen Ramadan menjadi momen tepat merubah stigma buruk itu.

"Makanya kita rubah stigma masyarakat itu kita juga bisa berbuat baik, berbagi kebaikan," tandasnya. (hmz/gomuslim)

 

 

Baca juga:

Radio Dakta Gelar Talkshow Maraknya Fenomena Hijrah di Kalangan Millenial


Back to Top