#Mudik2019

Mudik ke Banyumas, Wisatawan Wajib Sambangi Kampung Wisata Ini

gomuslim.co.id - Jika mudik ke Banyumas, Jawa Tengah jangan lupa berkunjung ke destinasi kampung wisata Nopia Mino, Desa Pekunden, Kecamatan Banyumas. Di sana, pengunjung bisa menikmati lukisan dinding, berselfie hingga belajar membuat Nopia Mino sendiri.

Kampung Nopia Mino yang berada di RT 3 RW 4 Desa Pekunden tersebut memang mayoritas penduduknya pengrajin Nopia Mino yang merupakan makanan khas Banyumas. Dari 105 kepala keluarga yang ada di RT tersebut, 21 keluarga diantaranya berwirausaha membuat panganan tersebut, sehingga untuk meningkatkan pendapatan mereka membentuk Kampung Nopia Mino.

"Awalnya dari kita-kita semua, lalu dari ketua RT yang mencetuskan, jadi kita semua dari pengrajin Nopia Mino itu mengikuti. Alasannya ingin memajukan pengrajin-pengrajin Nopia agar taraf ekonominya meningkat," ujar Mangun Handoyo (68), Humas Paguyuban Nopia Mino Parimas di Desa Pekunden.

Pewarnaan dinding-dinding rumah warga di wilayah tersebut semua dilakukan secara swadaya masyarakat tanpa ada bantuan dari pihak manapun. Warga bahu membahu, baik tua maupun para pemuda, lukisan-lukisan yang sangat menarik bahkan terkesan sangat serius dalam penggarapan dilakukan semuanya oleh warga sekitar.

"Ide pewarnaan di Kampung Nopia sebetulnya sama, jadi mengikuti agar dinamakan Kampung Selfie Nopia Mino yang gambarnya khusus selfie," jelasnya.

Selain pengunjung dapat berfoto Selfie dan menikmati lukisan dinding dan lukisan tiga dimensi. Di Kampung Nopia Mino yang sudah ada sejak Juli 2018 lalu, juga mengajarkan para pengunjung untuk bersama belajar membuat Nopia Mino ditempat praktek yang sudah disediakan.

 

Baca juga:

Ini Nasehat Ketua MUI Banyumas untuk Masyarakat di Bulan Ramadhan

 

"Yang Nopia Minonya itu untuk kunjungan, jadi kalau ada kunjungan lalu minta praktek pembuatan Mino ada tempatnya untuk praktek. Jadi pengunjung datang lalu mendapatkan praktek pembuatan Nopia dan pulangnya dapat membawa oleh oleh dengan harga paketnya Rp 12 ribu. Jadi 12 ribu satu paket dia dapat belajar ini (buat Nopia), lalu bisa wisata selfie dan bisa menikmati Nopia," papar dia.

Hampir setiap gang di Kampung Nopia Mino tersebut terdapat lukisan yang catnya didapatkan dari hasil pemasukan tiket para pengunjung yang datang ke Kampung tersebut. Bahkan warga sekitarpun sangat ramah ketika ada pengunjung yang datang.

"Pemasukan dari kunjungan hasilnya dibagi tiga, dari Rp 12 ribu itu. Rp 8.500 untuk Nopia, Rp 2.900 untuk kas dan untuk tas Kampung Mino nopia itu Rp 600. Kunjungan lumayan baik, biasanya dari anak anak TK sampai mahasiswa, dari turis luar negeri juga ada dari Korea, Inggris dan Arab," jelasnya.

 

 

Camat Banyumas, Ahmad Suryanto mengatakan jika semua ide pengembangan Kampung Nopia Mino itu berasal dari masyarakat sendiri secara swadaya.

"Murni semuanya masih dari masyarakat, belum ada campur tangan pemerintah desa, jadi bagus karena muncul dari masyarakat langsung. Apalagi ini Mino kan sudah merambah kemana mana. Bahkan orang dari luar negeri juga sempat datang kesini," jelasnya.

Meskipun demikian, pihaknya kedepannya tidak akan tinggal diam, pihak pemerintah khususnya Desa setempat akan didorong akan ikut andil dalam pengembangan Kampung Nopia Mino tersebut.

"Kebetulan dibelakang sungai Serayu ada tanah, sekitar setengah hektar. Jadi nanti bisa dibuat tempat lagi untuk menarik kunjungan disekitar itu. Ini baru wacana untuk masuk kesana dalam pengembangan yang dibantu oleh pihak pemerintah Desa," tandasnya. (nat/detik/dbs/foto:tribun/kakdidik13)


Back to Top