MUI Kota Blitar Keluarkan Fatwa Haram pada Jasa Penukaran Uang Jelang Lebaran

gomuslim.co.id - MUI Kota Blitar mengharamkan penukaran uang baru yang marak beredar jelang lebaran. Hal itu dikarenakan selisih antara uang yang ditukarkan, itu masuk kategori riba. Untuk itu MUI mengimbau, sebaiknya penukaran uang dilakukan langsung ke bank. Karena  dalam hukum menukar, maka jumlah barang yang ditukar harus sama dan tidak boleh ada selisih.

"Namanya menukar itu ya jumlahnya, beratnya harus sama. Karena itu sudah masuk kategori riba. Dan riba diharamkan dalam Islam," kata Ketua MUI Kota Blitar, Subakir.

 

Baca juga:

Ini Fatwa MUI Tentang Uang Elektronik Syariah

 

Bagaimana caranya agar transaksi penukaran uang itu bisa halal, menurut Bakir, ada perbedaan sendiri antara uang yang ditukar dengan uang jasa mereka.

"Ijabnya harus jelas. Ada uang yang dibedakan. Misal uang jasa, itu harus berdasarkan keikhlasan yang menukar. Jadi tidak ada patokannya harus nominal berapa," pungkasnya.

Untuk diketahui, jasa penukaran uang biasanya mematok selisih Rp 10 ribu tiap warga menukarkan ke mereka. Misalnya, dengan uang Rp 100 ribu jika ditukar dengan lembaran Rp 10 ribu akan mendapat Rp 90 ribu. (nov/detik)

 

Baca juga:

Resmi Diluncurkan, Ini Fatwa MUI Tentang Fintech dan e-Money Syariah


Back to Top