Kini Restoran di Dubai Wajib Cantumkan Kandungan Kalori dalam Makanan

gomuslim.co.id - Seluruh perusahaan makanan dan restoran di Kota Dubai akan diminta untuk mencantumkan kandungan kalori dalam produknya. Hal ini pun mendapat tanggapan yang beragam.

Seperti dilansir dari publikasi Khaleej Times, Selasa, (21/05/2019), sejumlah ahli gizi dan pemilik restoran tak keberatan dengan peraturan tersebut. Namun, beberapa pihak mengaku kurang sepakat karena hal itu dapat berpengaruh terhadap usahanya.

Kemudian, langkah-langkah yang diambil oleh Dubai adalah untuk memastikan pelanggan menyadari nilai-nilai gizi setiap kali mereka makan di restoran di Dubai. Kota itu pun akan menjadi otoritas lokal pertama di negara Uni Emirates Arab (UEA) yang melakukan hal tersebut.

Menanggapi hal tersebut, Direktur Jenderal Pemkot Dubai, Dawoud Al Hajri, mengatakan inisiatif ini adalah untuk mewajibkan perusahaan makanan sepenuhnya transparan dalam mendeklarasikan kalori pada semua makanan. Kebijakan dirancang agar konsumen dapat memilih makanan yang sesuai dengan status kesehatan mereka.

 

Baca juga:

Kenalkan Islam, Masjid Biru Dubai Ajak Warga Non Muslim Ikut Berbuka Puasa

 

“Ini adalah program inovatif, di mana pemerintah kota akan mendorong restoran untuk menyediakan makanan sehat dan lezat bagi konsumen dan membantu mencapai visi Dubai untuk mengembangkan kota yang bahagia dan berkelanjutan,” tutur Dawoud.

Inisiatif ini datang di tengah meningkatnya laju kehidupan, di mana konsumen memilih makanan yang tidak sehat karena ketersediaan dan aksesibilitas mereka. Menurutnya, inisiatif itu juga disebabkan oleh keinginan Dubai untuk mendorong perusahaan makanan untuk menyediakan makanan yang seimbang dan sehat.

Pemerintah juga ingin meningkatkan kesehatan masyarakat dan berkontribusi melindungi warga dari penyakit yang disebabkan oleh makanan yang tidak sehat. Di satu sisi, kebijakan ini mungkin tidak diterapkan oleh sejumlah restoran karena dapat mencegah konsumen untuk makan di restoran itu.

Menanggapi hal tersebut, ahli gizi Dubai Inas Gazar mengatakan regulasi ini adalah ide bagus namun mungkin restoran tidak mengikuti aturan ini secara menyeluruh.

"Ini jelas merupakan langkah yang baik bagi pelanggan. Ini akan membantu mereka menjadi bugar, tetapi itu tergantung pada masing-masing individu. Pada rokok, misalnya, jelas disebutkan bahwa rokok berbahaya bagi kesehatan, tetapi orang masih merokok,” kata Inaz.

Dia berharap restoran mengikuti aturan ini dan tidak memanipulasi konten kalori. Pemilik Calicut Notebook, Sateesh Kumar, mengatakan ia tidak khawatir kehilangan bisnisnya karena regulasi restoran sehat itu. Ia yakin koki-kokinya menyiapkan makanan kaya nutrisi.

Pihaknya tidak menghitung kalori sekarang, tetapi pihaknya menyiapkan makanan yang sangat segar.

“Makanan kami sehat. Saya pikir langkah ini baik untuk bisnis karena banyak restoran sudah mulai melakukan ini. Ini akan membantu bisnis lain ikut bergabung. Kami akan bekerja sama dengan ahli gizi untuk memastikan kami menunjukkan kandungan kalori pada menu kami,” pungkas Kumar. (nat/khaleejtimes/dbs/foto:visitdubai)

 


Back to Top