#Ramadhan2019

Gelar Kampung Ramadhan 2019, Kaffah Indonesia Undang Syeikh Taiseer dari Palestina

gomuslim.co.id - Komunitas Kaffah Indonesia kembali mengadakan Kampung Ramadhan selama dua hari pada 24-25 Mei 2019. Acara yang bertempat di Pejaten Village Mall ini menggelar berbagai perlombaan, yakni singer competition, muslimah Ramadhan cilik, hingga berbagai talkshow dan performance.

Ketua Pelaksana, Lia mengatakan rangkaian ini diadakan dalam rangka ingin menyemarakkan Ramadhan setiap tahunnya. Untuk diketahui, Kaffah Indonesia adalah komunitas muslim yang konsen dalam pengembangan potensi para anggotanya dalam berbagai bidang, di antaranya event organizer, entrepreneurship dan kampung Ramadhan merupakan bagian dari programnya.

 

Baca juga:

Kaffah Indonesia Hadirkan Kampoeng Ramadhan 2017 di Mal Pejaten Village

 

Pada hari pertama Kaffah Indonesia menghadirkan Syeikh Taiseer from Palestine bersama ACT, yang menceritakan kondisi Palestina saat ini.

“Masih selalu ada tekanan dan serangan-serangan namun anak-anak dan pemuda Palestina tetap berjuang. Dengan hafalan Alquran, kami selalu yakin bahwa Allah akan menyelamatkan kita semua” tuturnya kepada gomuslim Jumat (24/5/2019).

Lebih lanjut, Syeikh Taiseer mengatakan pemuda Palestina menghabiskan bulan Ramadhan di masjid untuk itikaf terlebih pada sepuluh hari terakhir untuk mengejar malam lailatur qadr. Ia juga mengaku, suara roket dan serangan dari Israel tidak membuat masyarakat Palestina takut pergi ke masjid.

“Serangan sudah sangat biasa, dan kami tidak takut. kami selalu percaya Allah menjaga kami” tambahnya.

 

 

Lebih lanjut, ia mengatakan Palestina sangat membutuhkan dukungan dari berbagai pihak. “Pertama, kami sangat membutuhkan doa terutama dari negeri-negeri yang bertetangga, serta negara Indonesia tentunya. Kedua, kami sangat membutuhkan bantuan Maliyah (harta, red). Karena sulitnya akses makanan dan minuman untuk didapatkan.

Sementara, Head of Partnership Dwi Setyo menuturkan keterbutuhan masyarakat Palestina sangat kompleks.

“Selain doa dan support, makanan dan minuman, masyarakat Palestina juga membutuhkan bahan bakar demi menghidupkan genset yang ada di rumah sakit. Untuk diketahui, listrik yang ada di Gaza hanya dua jam per hari artinya jika ada korban perang yang harus segera dioperasi tentunya akan sangat terhambat prosesnya bahkan menghilangkan nyawa” katanya.

Ia menambahkan bantuan makanan, pakaian dan lain-lain pun dibutuhkan dalam kondisi yang baik bukan ala kadarnya. Menurutnya, Palestina dihadirkan oleh Allah dengan kondisi yang baik, hasil pertanian yang bagus. Oleh karena itu mereka terbiasa akan makanan yang baik. Maka dipastikan ACT akan menyalurkan makanan yang terbaik.

“Bantuan dari negara yang bahkan diakui pertama kali oleh Palestina yakni Indonesia diharapkan bisa menjadi tulang bahkan darah perjuangan rakyat Palestina. Bantuan sebesar dan sekecil apapun akan kami galang, untuk bangsa Palestina” tambahnya.

Dwi juga berharap semoga bantuan seluruh rakyat Indonesia bisa menjadi semangat perjuangan rakyat Palestina. (nov/gomuslim/act)

 

Baca juga:

ACT Ajak Jurnalis Bantu Rakyat Palestina


Back to Top