#Mudik2019

Antisipasi Lonjakan Jumlah Penumpang, Bandara Ngurah Rai Siagakan Posko Terpadu Selama Lebaran

gomuslim.co.id - Bandar Udara I Gusti Ngurah Rai, Bali secara resmi membuka Posko terpadu angkutan lebaran 2019. Posko terpadu dibuka untuk mengantisipasi pergerakan pesawat udara dan penumpang di Bandar Udara I Gusti Ngurah Rai yang diprediksi akan berangsur mengalami peningkatan, terutama menjelang dan setelah Hari Raya Idul Fitri.

"Secara rutin, Posko Angkutan Lebaran dioperasikan untuk mendukung dan mengantisipasi tingginya tingkat pergerakan pesawat udara dan lonjakan penumpang pada periode libur Hari Raya Idul Fitri, serta untuk mengantisipasi hal-hal yang bersifat irregular sehingga dapat diantisipasi secara cepat," kata General Manager PT Angkasa Pura I (Persero) Bandar Udara I Gusti Ngurah Rai Bali, Haruman Sulaksono.

Lebih lanjut, Haruman menambahkan sebagaimana tahun sebelumnya, menghabiskan masa libur lebaran di Bali bagi penumpang domestik masih merupakan hal yang populer. Sementara bagi penumpang dari mancanegara, Bali masih tetap populer sebagai destinasi wisata, mengingat di bulan Juni ini sudah mulai memasuki summer season di belahan bumi bagian barat.

 

Baca juga:

Pemudik Harus Tahu, Ini Detail Sistem One Way Arus Mudik dan Balik Lebaran 2019

 

Posko tersebut akan beroperasi selama 24 jam per harinya dan beroperasi selama rentang waktu 16 hari, terhitung mulai tanggal 29 Mei hingga 13 Juni 2019, dengan diwakli oleh personel dari sejumlah institusi, yaitu PT Angkasa Pura I (Persero), Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah IV, Kantor Kesehatan Pelabuhan, TNI Angkatan Udara Pangkalan Udara Ngurah Rai, Kepolisian Sektor Kawasan Udara Ngurah Rai, Badan SAR Nasional (Basarnas), Stasiun Meteorologi Kelas I Ngurah Rai, serta Unit K9 dari Kepolisian Daerah Bali.

"Jumlah pergerakan pesawat dan penumpang yang lebih tinggi dibandingkan hari-hari biasanya, mengharuskan kami untuk lebih siap dalam memberikan pelayanan kepada penumpang. Selain itu, penempatan personel selama 24 jam selama pelaksanaan posko juta untuk memastikan kondisi keamanan dan keselamatan penerbangan tetap terjaga," jelas Haruman.

Selain itu, selama operasional posko, personel akan disiapsiagakan untuk mengawaki posko terpadu angkutan lebaran, yang akan dibagi menjadi 3 shift, yaitu pagi, siang, dan malam. Dalam setiap shift, sebanyak 39 personel lintas institusi komunitas bandar udara siap sedia dalam memastikan pelayanan terbaik bagi para penumpang.

"Selama pelaksanaan posko, sebanyak 1.648 personel gabungan yang berasal dari berbagai institusi anggota komunitas bandar udara akan disiagakan untuk menjamin keamanan dan keselamatan penerbangan, serta kelancaran arus pergerakan penumpang di dalam areal bandar udara," jelas Haruman.

Untuk diketahui, dari data yang dihimpun hingga H-1 operasional posko, terdapat dua maskapai yang telah mengajukan permohonan penerbangan tambahan atau extra flight, yaitu Batik Air dan AirAsia.

Kemudian, dari dua maskapai tersebut, total permohonan extra flight adalah sejumlah 216 penerbangan, dengan rincian AirAsia mengajukan 84 permohonan, serta Batik Air dengan 132 permohonan. Jika dibandingkan dengan jumlah permohonan di tahun lalu, di mana terdapat 765 permohonan extra flight, terdapat penurunan jumlah permohonan extra flight hingga 254 persen.

"Untuk menjamin kelancaran, keselamatan, dan keamanan penerbangan, kami telah berkoordinasi secara internal untuk memastikan kesiapan infrastruktur utama dan pendukung. Kami juga menyediakan mobil ambulance yang siap siaga 24 jam untuk mengantisipasi jika terdapat penumpang yang membutuhkan bantuan kesehatan," ujar Haruman. (nov/dbs/merdeka)

 

 

Baca juga:

Ini Prediksi Jasa Marga Terkait Puncak Arus Mudik Lebaran 2019


Back to Top