Jaga Masjid, Relawan di New York Fasilitasi Layanan Patroli Swadaya

gomuslim.co.id - Jasa patroli swasta diluncurkan di New York untuk melindungi sejumlah tempat ibadah umat Muslim. Pada Jumat siang, beberapa menit setelah para muazin di sejumlah masjid di kawasan Brooklyn menyuarakan azan, sekelompok pemuda Muslim masuk ke mobil dan menuju masjid terdekat.

Mobil yang mereka tumpangi sekilas mirip dengan mobil dinas Kepolisian Kota New York (NYPD). Bahkan, mobil tersebut dilengkapi lampu darurat merah dan putih. Kendaraan itu akan diparkir di luar masjid selagi umat Muslim melaksanakan sholat Jumat.

Para pemuda Muslim dan mobil itu merupakan bagian dari Patroli Komunitas Muslim, sebuah kelompok swadaya yang dibentuk guna memberikan pengamanan di masjid-masjid dan sekolah-sekolah Muslim saat tempat itu sedang hiruk-pikuk.

Salah seorang relawan, Noor Rabah, dan salah satu pendiri kelompok tersebut menyebutnya ‘pengamanan dengan stereoid’. Dengan menyalakan lampu darurat dan membunyikan sirene ketika ada masalah, mereka berharap mobil tersebut dapat bertindak sebagai penggentar.

"Kami bukan berada di bawah naungan NYPD. Kami adalah mata dan telinga guna melaporkan kejadian kepada pihak berwenang," ujar Rabah.

Sejauh ini, keamanan selalu menjadi hal yang dirisaukan para jemaah. Namun, sejak serangan di Christchurch, keamanan sontak menjadi prioritas.

 

Baca juga:

Kampanye 5:32,  Islamic Relief Inggris Luncurkan Program Amal selama Ramadhan

 

Selama bulan Ramadan ini, Dewan Hubungan Amerika-Islam yang merupakan lembaga advokasi Muslim terbesar di AS, mendesak komunitas-komunitas Muslim untuk tetap waspada dan meningkatkan pengamanan.

Banyak jemaah masjid di AS telah melakoni latihan keamanan, termasuk bagaimana jika seorang penembak tiba-tiba masuk ke dalam masjid. Patroli Komunitas Muslim mematuhi imbauan ini sehingga mereka meningkatkan kehadiran di sekitar masjid-masjid di Brooklyn.

Kendati demikian, sejak patroli itu berkembang, mereka menerima cercaaan, terutama di media sosial. Beberapa orang berhaluan kanan-jauh menuding mereka sebagai penegak hukum syariah.

"Mereka takut karena tidak tahu. Biarkan tindakan kami memperlihatkan Anda bagaimana ajaran hidup kami," papar Rabah.

Bagaimanapun, Rabah dan rekan-rekannya bukanlah polisi. Mereka tidak bersenjata dan tidak memiliki kewenangan hukum.

Sejauh ini keberadaan Patroli Komunitas Muslim mendapat sambutan baik dari umat Muslim di kawasan Brooklyn, tapi ada pula yang mempertanyakan keberadaan dan motif mereka. Somia Elrowmeim, yang bekerja untuk Asosiasi Arab Amerika di New York, mengatakan banyak pertanyaan mengenai kelompok itu dan siapa mereka.

"Kami ingin mereka menjauh dari komunitas. Setiap masalah kecil yang mereka timbulkan akan berdampak sangat buruk pada kami," tutur Elrowmeim.

Komunitas Muslim membayar pajak seperti warga AS lainnya sehingga sudah menjadi tugas NYPD untuk menyediakan pengamanan. Kini, sebagian besar masjid besar kini dijaga ketat polisi, dan perwira kepolisian bahkan berupaya merangkul umat Muslim.

NYPD kini bahkan memiliki Asosiasi Polisi Muslim yang terhubung langsung dengan komunitas Muslim (asosiasi itu memilih tidak berkomentar soal layanan patroli swadaya).

 

Baca juga:

Komunitas Muslim AS Ini Rangkul Para Mualaf Selama Ramadan

 

Kepolisian New York dan badan penegak hukum lainnya punya sejarah kelam dengan komunitas Muslim pasca 11 September 2001 dan masih ada ketakutan dan kecurigaan yang berakar di tubuh komunitas tersebut.

Banyak umat yang risau dengan kehadiran polisi secara terus-menerus di tempat ibadah mereka. Pegiat komunitas sekaligus pengacara, Namira Islam, mendorong komunitas Muslim menjajaki opsi lain untuk pengamanan ketimbang bergantung pada kepolisian dan lembaga federal AS.

"Saya tidak merasa aman melihat polisi bersenjata di depan pintu masjid. Saya tidak merasa lebih aman ketika agen-agen federal menghadiri acara-acara saya," tutur Islam.

Namun, menurutnya, ada bias terhadap komunitas Muslim yang sejak dulu menetap secara implisit di tubuh aparat keamanan. Kadang kala hukum juga mewajibkan mereka bertindak terkait topik-topik seperti penegakan hukum imigrasi.

"Hanya karena itu legal, bukan berarti itu adil," katanya, merujuk kasus ketika polisi yang menjaga masjid menyerahkan jemaah yang tidak mengantongi kartu identitas ke lembaga federal.

Ada pula kerisauan bahwa peningkatan keberadaan polisi akan membuat jemaah takut ke masjid karena curiga dengan aparat.

Sejauh ini, kelompok itu sibuk merekrut dan melatih para relawan baru guna mewujudkan rencana mengembangkan Patroli Muslim ke berbagai kota di AS tahun depan. (nat/dbs/foto:muslimobsession)

 


Back to Top