#Mudik2019

Ribuan Pemudik Pengendara Motor Lewat Jalur Laut pada Arus Balik Lebaran

gomuslim.co.id - Kementerian Perhubungan memberangkatkan 1.456 pemudik pengguna motor dengan kapal penyeberangan pada arus balik Lebaran 2019 H+2, Sabtu (8/06/2019). Para pemudik itu diberangkatkan dengan menggunakan KMP Mutiara Ferrindo VII dan KMP Mutiara Barat dari Pelabuhan Tanjung Emas Semarang menuju Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta. Total pemudik yang diberangkatkan sebanyak 560 orang dan mengangkut 245 unit motor.

Selain itu, para pemudik juga diberangkatkan dengan menggunakan KRI Banda Aceh dari bantuan TNI AL serta KMP Mutiara Berkah. Kedua kapal tersebut diberangkatkan dari Pelabuhan Panjang, Lampung. Total pemudik yang diberangkatkan sebanyak 896 orang dan mengangkut 290 unit motor.

Kepala Seksi Transportasi SDP Komersial & Perintis Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Wilayah X Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta, Didik Tri Margono mengatakan mudik gratis menggunakan kapal tersebut sebagai upaya untuk mengurangi tingkat kecelakaan dan kepadatan arus balik mudik pengendara roda dua.

"Membantu masyarakat yang akan melakukan perjalanan menggunakan motor kembali ke tempat tujuan dengan selamat, aman, dan nyaman," ujar Didik dalam keterangan resminya.

Didik mengimbau kepada para pemudik untuk tetap menjaga kebersihan, ketertiban dan keamanan selama di atas kapal. Selama perjalanan mudik, kata Didik, para pemudik mendapatkan sejumlah fasilitas dari kapal. Mulai dari fasilitas ruang penumpang yang full AC, fasilitas kesehatan, serta makan siang dan makan malam selama di atas kapal.

 

Baca juga:

Kemenhub: Puncak Arus Balik Terjadi pada Tanggal 8 Hingga 9 Juni 2019

 

Selain itu, para penumpang juga akan mendapat jaminan asuransi jiwa bagi seluruh anggota keluarga serta asuransi kerugian untuk sepeda motor.

Lebih lanjut, kepada nakhoda dan seluruh anak buah kapal (ABK) serta para petugas lainnya untuk tetap mengutamakan keselamatan dan keamanan selama pelayaran.

"Tetap mengutamakan keselamatan dan keamanan dalam pelayaran, berikan pelayanan dengan sebaik-baiknya kepada semua penumpang selama di atas kapal dan selama dalam pelayaran," tutur Didik.

Sebelumnya, puncak arus balik mudik 2019 diprediksi Kementerian Perhubungan (Kemenhub) terjadi pada 8 hingga 9 Juni. Kemenhub meminta pemudik mulai berangkat untuk arus balik agar terhindar kemacetan.

"Kami berharap, sebagaimana arahan Pak Menteri (Menhub Budi Karya), pemudik sudah ada mulai balik," tutur Kepala Biro Perencanaan Kemenhub sekaligus Ketua Posko Harian Tingkat Nasional Angkutan Lebaran 2019 Gede Pasek Suardika di kantor Kemenhub, Jalan Medan Merdeka Barat No 8, Gambir, Jakarta Pusat, Jumat (07/06/2019).

Instansi terkait yakni Kemenhub, Polri dan Jasa Marga juga sudah menyiapkan kebijakan agar kemacetan saat arus balik tak terjadi. Salah satu kebijakan yang diberlakukan yakni sistem satu arah atau one way.

"Mulai tanggal 7 dengan jam yang sudah disepakati dari pukul 12.00 hingga 24.00 WIB kita akan melakukan one way. Titik pergerakan dari KM 414 Kalikangkung hingga KM 70 Cikampek Utama," tutur Kakorlantas Polri Irjen Refdi Andri di Gerbang Tol Palimanan, Cirebon. (fau/kemenhub/dbs)

 

 

Baca juga:

Arus Balik Lebaran, BMKG Minta Masyarakat Waspada Cuaca Buruk di Beberapa Wilayah


Back to Top