#Mudik2019

Pasca Mudik 2019, Pemkot Bekasi Prediksi Urbanisasi Masuk Bekasi Capai 9.000 Orang

gomuslim.co.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi siap lakukan operasi Yustisi terkait akan terjadinya Urbanisasi pasca libur Lebaran 2019. Operasi itu akan digelar karena diprediksi akan masuknya 9.000 orang pendatang baru di Kota Bekasi.

Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Bekasi, Taufiq Rahmat Hidayat mengatakan jumlah pendatang baru sebanyak 9.000 orang itu merupakan proyeksi yang sama dengan tahun sebelumnya. 

"Untuk Kota Bekasi masyarakat urban bukan hanya datang saat lebaran karena setiap hari orang masuk ke Kota Bekasi itu selalu ada. Jadi proyeksi itu hanya angka rata-rata saja,"  ungkap Taufiq dihubungi gomuslim via telepon seluler, Sabtu (08/06/2019).

 

Baca juga:

Gelombang Arus Balik Terlihat, Dishub Kota Bekasi Terjunkan 764 Petugas


Ia mengungkapkan, kota berpenduduk sekitar 2,7 juta jiwa ini memang memiliki daya tarik tersendiri bagi warga pendatang yang hendak mengadu nasib dari kampung halaman. Setidaknya, terdapat tiga kawasan industri di kota ini.

“Seperti Kawasan Industri Wahab Affan di Jalan Sultan Agung, Kawasan Kaliabang di Pondokungu, dan Kawasan Narogong di Bantargebang,” terangnya.

Menurutnya, untuk mengendalikan jumlah pendatang yang terbilang besar itu, pihaknya akan melakukan pendataan terlebih dahulu sebelum melakukan operasi yustisi. Pendataan dilakukan baik di tingkat kecamatan maupun kelurahan. Katanya, pihaknya akan mengecek kelengkapan dokumen dari warga pendatang tersebut, yakni KTP dan Surat Keterangan Pindah WNI (SKPWNI).

"Jika lengkap membawa minimal 2 dokumen tersebut, maka dilaksanakan proses pelayanan kependudukan Yustisi akan dilakukan di setiap kelurahan. Melalui petugas Satgas Pamor (Satuan Tugas Pemantauan dan Monitoring) yg ada di masing-masing RW melakukan pengecekan terhadap pendatang," ucapnya.

Sebelumnya, Wali Kota Bekasi Rahmad Effendi meminta warga yang melakukan mudik ke kampung halamannya, agar tidak membawa kerabat ke Kota Bekasi tanpa keahlian khusus. Katanya, memang tidak ada alasan ataupun aturan hukum yang melarang setiap warga negara untuk bermukim di suatu kabupaten ataupun kota. Namun, Pepen sapaan akrab Ramat Effendi ini mengungkapkan, setiap daerah memilik kararteristik yang berbeda-beda, seperti tingkat kepadatan penduduk.

"Kota kita ini kepadatannya sudah hampir 17.000 jiwa per kilometer," kata Pepen.

Karena itu, Pepen berharap para pemudik yang tetap ingin membawa kerabatnya, agar yang hanya memiliki skill dan siap bekerja.

"Punya kemampuan dan skill, agar tidak menjadi beban lingkungan beban sosial di kota," pungkas Pepen. (hmz/gomuslim:foto: ist/st bks)

 

Baca juga:

Masuk Arus Balik Lebaran, Pemkot Bekasi Harap Pemudik Tidak Bawa Kerabat


Back to Top