Bank Syariah Siap Terima Limpahan Aset dari Bisnis Induk di Aceh

gomuslim.co.id - Persiapan terus dilakukan Bank Syariah anak usaha perbankan untuk menampung pengalihan aset dari bisnis induknya di Aceh terkait dengan implementasi Qanun 11 tahun 2018 tentang Lembaga Keuangan Syariah.

Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) pada November 2018 sudah mensahkan Qanun tersebut. Tiga tahun setelah beleid syariah ini sah, seluruh lembaga jasa keuangan di Provinsi Aceh harus menganut prinsip syariah.

PT BRI Syariah Tbk (BRIS) misalnya optimis kinerja perseroan di paruh kedua tahun ini akan lebih baik karena didukung mulai adanya limpahan aset dari BRI di Aceh.

"Mulai semester II kami perkirakan kinerja akan tumbuh lebih bagus karena kesempatan mengenai Qanun," tutur Direktur Utama BRI Syariah, Ngatari.

Lanjut Ngatari, potensi pertumbuhan perseroan ke depan akan semakin besar karena pangsa pasar induknya di Aceh saat ini lebih dari 50% baik dari sisi simpanan maupun pinjaman. Hanya saja, dia tidak menyebutkan total nilai aset BRI yang akan dilimpahkan ke perseroan.

Sementara Bank Mandiri Syariah baru akan mulai menerima limpahan aset induknya awal tahun depan. Direktur Utama Mandiri Syariah Toni E.B. Subari bilang, saat ini kedua belah baru melakukan persiapan saja.

"Tahun ini masih persiapan semuanya karena menyangkut pelimpahan pembiayaannya, dananya, asetnya, dan orangnya. Jadi masih masa transisi," ungkapnya.

Toni memperkirakan total aset yang akan dialihkan dari Bank Mandiri ke Mandiri Syariah sekitar Rp 4 triliun. Limpahan aset itu menurutnya masih kecil jika dibanding dengan aset perseroan saat ini yang sudah mencapai sekitar Rp 98,5 triliun.

 

Baca juga:

LPS Nilai Kondisi Perbankan Syariah Melambat pada Lima Tahun Terakhir

 

Sementara aset PT Bank Negara Indonesia Tbk di Aceh yang akan dialihkan ke BNI Syariah diperkirakan sekitar Rp 3,5 triliun- Rp 3,6 triliun. Limpahan aset tersebut diperkirakan bisa membantu BNI Syraih naik menjadi bank Bank Umum Kelompok Usaha (BUKU) III tahun ini tanpa melakukan Initial Public Offering (IPO)

Adapun modal inti BNI Syariah saat ini mencapai Rp 4,1 triliun. Ada kekurangan Rp 900 miliar lagi yang yang dicari untuk bisa mencapai BUKU III dengan modal inti minimal Rp 5 triliun.

Di pihak lain, Wakil Direktur Utama BNI, Herry Sidharta mengatakan, IPO kemungkinan akan ditunda dengan adanya rencana inbreng aset tersebut. (nat/kontan/dbs/foto:nuonline)

 


Back to Top