Berkurangnya Angka Kesakitan Jemaah Haji, Kemenkes Apresiasi Kinerja Petugas Kesehatan

gomuslim.co.id - Pusat Kesehatan Haji Indonesia Kementerian Kesehatan mengapresiasi keberadaan dan kinerja para petugas kesehatan haji yang bertugas melayani jamaah selama di tanah suci. Menurut Kepala Pusat Kesehatan Haji Indonesia Eka Jusup Singka, di antara bukti kinerja tersebut ialah angka kesakitan dan jamah meninggal dunia mengalami penurunan. Hal itu disebutkannya saat workshop calon TKHI di Jakarta.

"Menurunnya angka kesakitan dan meninggal di pesawat, maktab, dan di hotel ini karena petugas kesehatan berani melakuka intervensi nyata," katanya saat membuka workshop calon TKHI di Jakarta.

Lebih lanjut, Eka memaparkan dengan segala dinamikanya petugas kesehatan ragu melakukan intervensi pemasangan infus kepada jamaah. Setelah mengetahui mamasang infus dapat menyelamatkan nyawa jamaah, maka petugas kesehatan wajib infus ketika melihat jamaah sudah terlihat lemas.

 

Baca juga:

Ini Tantangan Tim Kesehatan Haji Tahun 2019

 

"Dulu dilarang infus dengan alasan lain-lain. Sekarang semua petugas kesehatan wajib infus ketika melihat jamaah kesehatanya kurang," katanya.

Untuk diketahui, Pusat Kesehatan Haji Indonesia memiliki empat tim kesehatan dalam penyelenggaraan ibadah haji. Pertama Tim Kesehatan Haji Indonesia (TKHI), kedua Tim Gerak Cepat (TGC) ketiga Tim Promotif Preventif (TPP) dan keempat Tim Kuratif Rehabilitatif (TKR).

"Semenjak kita melibatkan TPP dan TGC,  juga adanya dokter ahli penerbangan di dalam tim kesehatan Alhamdulillah 2018 itu tidak ada jamaah haji meninggal di pesawat, perjalanan berangkat maupun kepulangan," katanya.

Eka mengatakan, berkurangnya angka kesakitan dan jamaah meninggal dunia patut disyukuri seluruh petugas kesehatan haji. Dengan bersyukur maka penyelenggaraan kesehatan ibadah haji akan menjadi lebih baik lagi pada 2019. (nov/dbs/ihram)

 

Baca juga:

Persiapan Haji 2019, Visa Jemaah Haji Siap Diproses


Back to Top