Dengan Indonesia Islamic Science Park, Gubernur Jatim Ingin Madura Jadi Pusat Keuangan Syariah Dunia

gomuslim.co.id – Baru-baru ini, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyatakan pemerintah akan membangun  Indonesia Islamic Science Park (IISP) di Pulau Madura, Jawa Timur. IISP tersebut nantinya akan dijadikan sebagai pusat keuangan syariah dunia.

Rencana pembangunan tersebut dilaporkan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) Selasa (18/6) ini. Laporan diberikan karena proyek IISP nantinya masuk dalam rancangan peraturan presiden (Raperpres) tentang pengembangan wilayah Surabaya-Madura (Suramadu).

"Yang ingin kami sampaikan, bahwa ini pun sudah saya laporkan kepada presiden. Kami ingin bahwa di kaki Madura ada Indonesia Islamic Science Park," kata Khofifah di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (18/6).

Khofifah mengaku bertemu Jokowi untuk membahas sejumlah rencana pembangunan di wilayah Jawa Timur. Salah satu yang dibahas adalah Raperpres Suramadu.  Ia berharap ada industrialisasi yang bisa berkembang di Madura.

"Ada pemetaan empat jenis industri yang kami ingin komunikasikan lebih detail dan kemarin pun juga sudah dirapatkan kembali di Menko Perekonomian," ujarnya.

Menurut Khofifah, pembangunan IISP membutuhkan lahan sekitar 101 hektare. Dari luas lahan yang dibutuhkan tersebut 20 persen digunakan untuk pusat edukasi, 30 persen untuk seni, dan 50 persen untuk kawasan wisata.

 

Baca juga:

Wujudkan Pusat Ekonomi Syariah, Gubernur Jatim Gagas Islamic Science Park

 

"Kami harap IISP akan jadi sentra diseminasi. Islam secara internasional dengan Islam wasattiyah, Islam garis tengah, Islam yang penuh damai, Islam yang penuh kasih," tuturnya.

Khofifah sedikit menjelaskan konsep IISP. Menurutnya, dalam kompleks IISP nanti akan dibangun Islamic Museum. Khofifah menyebut museum tersebut akan dibangun dalam bentuk piramida. Direncanakan ada sekitar 10 piramida.

Ia menyebut 10 piramida berupa museum itu akan menceritakan kisah tentang perjalanan dari Wali Songo dan juga Presiden ke-4 Abdurrahman Wahid alias Gus Dur.

"Format-format kearifan seperti antara lain yang kami ingin kuatkan di museum yang bentuknya piramida di IISP," ujarnya.

Ia berharap IISP bisa menjadi gravitasi keuangan syariah dunia. Menurutnya, desain pembangunan IISP sudah pihaknya tawarkan kepada masyarakat luas.

"Jadi sentranya ada di Indonesia, dan Jatim di bagian pintu masuk Madura," katanya.

Menurut Khofifah, untuk pembangunan proyek IISP, Badan Pengembangan Wilayah Suramadu (BPWS) sudah memiliki lahan seluas 40 hektare ditambah lahan yang masih proses pembebasan sekitar 20 hektare. Dengan demikian sudah ada lahan sekitar 60 hektare dari 101 hektare yang dibutuhkan untuk IISP.

"Proses ini kan tidak semuanya langsung dibangun. Kami bisa bangun 10 hektare dulu. Kemudian kami tambah lagi dan masih ada opsi reklamasi. Karena reklamasi kewenangan Pemprov. Untuk persiapan reklamasi saya sudah koordinasi dengan Pak Luhut. Jadi koordinasi sudah relatif komprehensif," jelasnya.

Untuk diketahui, konsep bangunan Islamic Science Park ini memerlukan lahan 40 hektare ini akan berisi 20 persen edukasi, 30 persen art, dan 50 persen entertaiment. Rencananya, lokasi Islamic Science Park akan berada di Kabupaten Bangkalan, tepatnya di kaki Jembatan Suramadu.
Kompleks Islamic Science Park atau Taman Sains Islam di Madura nantinya akan memanfaatkan lahan seluas 101 hektare. Peruntukannya, 20 persen untuk edukasi, 30 persen untuk seni, dan 50 persen untuk pariwisata. (fau/infojatiim/cnn/dbs/foto: iisp)

 

Baca juga:

Gubernur Jawa Timur: Presiden Restui Pembangunan Islamic Science Park di Madura


Back to Top