Direktorat Urusan Agama Turki Gelar Salat Gaib untuk Morsi

gomuslim.co.id – Direktorat Urusan Agama Turki (Diyanet) menggelar shalat gaib untuk mantan presiden Mesir Mohammed Morsi, Selasa (18/06/2019). Shalat ghaib yang berlangsung Masjid Fatih, Istanbul, ini dihadiri oleh Presiden Recep Tayyip Erdogan bersama ribuan orang di penjuru Turki.

Dalam pidatonya setelah shalat gaib, Erdogan mengatakan bahwa dirinya ingin memberi penghormatan dan menyampaikan belasungkawa kepada semua orang di Mesir" atas kematian Mohammed Morsi. Ia menyebut Morsi sebagai pemimpin sah Mesir dan seorang martir.

"Salat Gaib untuk Mohammed Morsi, yang kami pelajari telah meninggal kemarin 17 Juni, diadakan setelah Salat Asar di Masjid Fatih Istanbul. Saya juga akan menghadiri ... demi martir kami, Morsi," kata Erdogan di Twitter seperti dilansir dari publikasi Daily Sabah, Rabu (19/06/2019).

Ia juga mengutuk dunia barat karena tetap diam selama kudeta militer Mesir pada 2013 untuk menggulingkan Morsi. Politisi Ikhwanul Muslimin itu kemudian dipenjara dan didakwa --hingga meninggal pada persidangan-- atas tuduhan spionase semasa kepemimpinan Abdel Fatah al-Sisi.

Selain di Istanbul, ratusan muslim termasuk Ketua Parlemen Mustafa Şentop, Menteri Kehakiman Abdulhamit Gül, Juru Bicara Presiden Ibrahim Kalın, mantan Ketua Parlemen dan Anggota Dewan Penasihat Tinggi Kepresidenan Bülent Arınç, juga menghadiri Salat Gaib yang dipimpin oleh Presiden Direktorat Urusan Agama Turki (Diyanet), Ali Erbaş di Masjid Hacı Bayram, Ankara.

Masih di Ibu Kota, ratusan orang berkumpul di luar Kedutaan Besar Mesir dalam sebuah demonstrasi untuk mengenang Morsi, mengecam pemerintah pemimpin Mesir saat ini Abdel Fatah al-Sissi.

 

Baca juga:

Syamsuri Firdaus, Qori Asal NTB Peraih Juara MTQ Internasional di Turki

 

Sementara, ribuan orang lainnya juga berkumpul di Bursa, Konya, dan Diyarbakar serta di puluhan provinsi lain untuk mengadakan Salat Gaib. Diyanet mengumumkan bahwa masjid di penjuru Turki turut mengadakan perhelatan yang sama dan mengklaim bahwa agenda tersebut dihadiri oleh ribuang orang.

Untuk diketahui, Mohammed Morsi merupakan presiden pertama mesir yang terpilih secara demokratis pada 2012 namun dikudeta pada 2013. Ia meninggal pada Senin 17 Juni 2019 dalam sesi persidangan di Kairo. Ikhwanul menuduh rezim al-Sisi telah menyiksa Morsi dengan tidak menyediakan layanan kesehatan bagi sang presiden terguling selama di bui.

Amnesty International dan kelompok-kelompok hak asasi manusia lainnya mempertanyakan tentang perlakuan yang diterima Mohammed Morsi, dan menyerukan penyelidikan yang adil, transparan dan komprehensif terhadap kematiannya. Namun, Pemerintah Mesir telah menolak tuduhan bahwa mendiang diperlakukan dengan buruk. (jms/dailysabah/liputan6)

 

 

Baca juga:

Mesut Özil Rayakan Pernikahan dengan Danai Operasi 1000 Anak


Back to Top