Pasca Idul Fitri, MUI Tegaskan Persatuan Umat

gomuslim.co.id Ketua Umum MUI, KH Ma’ruf Amin, menegaskan saat ini yang harus menjadi perhatian semua pihak adalah menyatukan umat atau tahidul ummah. Idul Fitri, imbuhnya, tidak hanya dirayakan sebagai hari kemenangan setelah melalui puasa sebulan penuh, namun lebih dari itu juga momen untuk saling memaafkan.

Hal itu disampaikannya dalam helatan halal bihalal pada Selasa, (18/06/2019) di Gedung MUI Pusat, Menteng, Jakarta. “Karena itu kita harus saling memaafkan di antara kita. Sebab bila tidak saling memaafkan, tidak akan selesai,” ujar Kiai Ma’ruf.

Kiai Ma’ruf melanjutkan bahwa ciri orang bertakwa adalah orang yang bisa mengendalikan amarah dan memaafkan pada hakikatnya adalah ciri pengendalian amarah itu.

 

Baca juga:

Waketum MUI: Kewajiban Menjaga Fitrah Umat Muslim dengan Konsumsi Makanan Halal

 

Dia mengatakan mengendalikan marah dengan tidak boleh marah itu berbeda. Setiap orang, paparnya, pasti mempunyai sifat dan rasa marah namun dia harus mengendalikan kemarahannya. “Yang harus itu mengendalikan marah itu. Dan memberikan maaf kepada orang,” katanya.

Kiai Ma’ruf berharap bahwa apa yang sudah terlewat dan terjadi, maka sebaiknya dibiarkan saja terjadi. Termasuk pembahasan mengenai persoalan capres-cawapres yang begitu menyita energi umat.

Dia menambahkan, umat sebetulnya sudah memiliki pedoman dalam menyikapi masalah perbedaan dengan mengedepankan sikap toleran atau tasamuh. Selama sebuah masalah belum bersinggungan dengan sesuatu yang menyimpang dari kesepakatan umum, maka sikap tasamuh tersebut wajib dikedepankan.

“Kita sudah punya pedoman, bahwa kita dalam menyikapi perbedaan harus bersikap tasamuh, toleran, kecuali dalam sesuatu yang mujma’ alaih (disepakati bersama), menyimpang dari yang disepakati,” katanya. (nov/MUI)

 

Baca juga:

MUI Biak Papua Awasi Kehalalan Makanan dan Minuman yang Beredar


Back to Top