Peringati Hari Pengungsi Dunia, Majelis Perundingan Islam Malaysia Fokus Perhatikan Rakyat Rohingya

gomuslim.co.id - Majelis Perundingan Islam Malaysia (MAPIM) memperingati hari pengungsi sedunia pada Kamis (20/6). MAPIM memperingati Hari Pengungsi Sedunia, tahun ini, 2019, dengan perhatian khusus pada cepatnya pertumbuhan Pengungsi Rohingya di Myanmar.

MAPIM menandainya dengan meluncurkan media sosial kampanye, menghubungi para pengungsi Rohingya di seluruh dunia, bertukar pandangan dan diskusi dengan banyak pihak tentang bagaimana mereka dapat dibantu untuk mengurangi penderitaan mereka dan bagaimana solusi dapat ditemukan.

Pengungsi Rohingya menjadi perhatian khusus bagi MAPIM karena lebih dari setengah total populasi mereka telah menjadi pengungsi, dalam situasi yang sangat mengerikan disebabkan kebijakan keras kepala Myanmar.

 

Baca juga:

Berkolaborasi dengan Lembaga Kemanusiaan, Dompet Dhuafa Bangun Sekolah di Rohingya

 

Dilansir Amnesty International, lebih dari 750.000 pengungsi Rohingya, sebagian besar adalah anak-anak dan perempuan, mereka melarikan diri dari Myanmar dan menyeberang ke Bangladesh setelah pasukan Myanmar melancarkan tindakan keras terhadap masyarakat Muslim minoritas pada bulan Agustus 2017.

Rohingya yang digambarkan oleh PBB sebagai orang-orang yang paling teraniaya di dunia, telah menghadapi ketakutan yang meningkat karena puluhan orang terbunuh dalam kekerasan masal pada tahun 2012.

World Refugee Day adalah acara tahunan yang jatuh pada tanggal 20 Juni dan diperingati di seluruh dunia untuk menciptakan kesadaran akan situasi para pengungsi dan untuk menunjukkan solidaritas kepada mereka yang dipaksa untuk melarikan diri dari tanah air karena perang, penindasan yang lemah oleh yang kuat, genosida ras dan diskriminasi agama.

Saat ini ada lebih dari 25 juta pengungsi di seluruh dunia, mereka berlindung di berbagai negara karena berbagai alasan. MAPIM percaya bahwa upaya yang lebih keras diperlukan untuk membuat dunia sadar akan situasi mereka, untuk mengurangi penderitaan pengungsi di kamp-kamp dan memastikan mereka diperlakukan dengan adil. Dipulangkan ke rumah mereka dengan pemulihan hak-hak mereka dan dalam perlindungan penuh, keamanan dan kehormatan. (hmz/amnesty)

 

Baca juga:

Kelompok HAM Amnesty Internasional: India Abaikan Hukum Usai Deportasi Lima Warga Rohingya


Back to Top