#KabarHaji

Ini Pesan Sekjen Kemenag untuk Tim Media Center Haji 2019

gomuslim.co.id – Sekjen Kemenag RI, M Nur Kholis Setiawan mengajak tim Media Center Haji (MCH) untuk turut menelisik sisi spiritual penyelenggaraan ibadah haji. Ajakan ini disampaikan dalam acara pembekalan kepada 30 jurnalis yang tergabung dalam MCH, di Jakarta, Senin, (24/06/2019).

Menurutnya, haji merupakan perjalanan ibadah yang paripurna, bukan ritual jalan-jalan. Karenanya, pemahaman jemaah terhadap manasik sangat penting. “Di sinilah tim MCH mengemban peran profetik untuk ikut mengedukasi jemaah tentang proses ibadah yang baik,” ujarnya.

Ia pun meminta para jurnalis untuk meniatkan tugas ini sebagai ibadah agar segala proses yang dilakukan juga bernilai ibadah, tidak semata kerja professional. Tim MCH, kata dia, juga bisa membaca biografi perjalanan ibadah tokoh Islam terdahulu, utamanya para sufi. Dari situ, diharapkan tim MCH mendapat gambaran tentang laku hidup kaum sufistik.

“Mestinya kalian rajin menelaah literatur permata (perjalanan hidup) para wali dan sufi. Dengan demikian kita bisa menimbang seberapa baik atau buruk kualitas kehidupan kita,” ujar Guru Besar Ilmu Tafsir UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta ini mengutip salah satu ungkapan Imam Al Ghazali dalam Ihya Ulumuddin.

Selain itu, Sekjen juga mengingatkan pentingnya verifikasi dan klarifikasi dalam setiap informasi. Hal itu penting karena berita haji sangat ditunggu masyarakat, tidak hanya jemaah, tapi juga keluarga jemaah di Tanah Air.

“Jangan sampai pemberitaan tim MCH justru meresahkan jemaah atau keluarga jemaah. Semua harus berimbang sesuai kode etik jurnalistik yang berlaku. Juga mencerahkan dan mengedukasi,” ungkapnya.

Ia menjelaskan pentingnya keterbukaan dalam beragama. Mengutip salah satu ungkapan Khalifah Umar bin Abdul Aziz yang terdapat pada Kitab Al-Mizan Al-Kubra karya Imam Al-Sya’rani, Sekjen menyebut sifat berbisik seringkali memunculkan sakwa sangka dan berpotensi menebar informasi yang tidak benar, alias hoax.

 

Baca juga:

Jeddah Masuk Fase Cuaca Terpanas Capai 50 Derajat Celcius

 

Idzaa ra'aytum jamaa'atan yatanaajawna sirran fiimaa baynahum bi amri diinihim, fasyhaduu anna dzaalika dlalaalun wa bid'atun. Ketika kalian melihat sekelompok orang yang berbisik-bisik (secara tertutup) terkait persoalan keagamaan mereka, yakinlah bahwa kelompok masyarakat itu sesat dan bid'ah,” jelasnya.

Hal senada juga disampaikan Direktur Bina Haji Kementerian Agama (Kemenag) Khoirizi Dasir. Ia meminta media massa tidak provokatif dalam memberitakan isu haji melainkan menginformasikan dan mengedukasi masyarakat perihal kegiatan ibadah haji.

Ia mengatakan peran media massa dalam penyelenggaraan ibadah haji sangat besar. “Kehadiran media di tengah operasional ibadah haji dapat memberikan informasi yang faktual sebagai sebuah kebutuhan dalam rangka mengedukasi bukan memprovokasi masyarakat,” katanya.

Menurut Khoirizi, media massa dapat mengubah gaya hidup atau budaya jemaah dengan cara mempengaruhi cara berpikir jemaah baik secara positif maupun negatif. Karena itu, ia menilai media massa bertanggung jawab dan mempunyai peran penting terhadap pola pikir dan pola tindak jemaah haji.

Kemenag sendiri merekrut 30 petugas MCH melalui seleksi wartawan dan fotografer dari berbagai media di seluruh Indonesia. MCH diharapkan melakukan peliputan seluruh rangkaian pelaksanaan ibadah haji dan mempublikasikan kepada masyarakat, dalam bentuk informasi yang aktual dan berimbang. (jms/kemenag/antara)

 

 

Baca juga:

BRI Fasilitasi BPKH Soal Ketersediaan Uang Kertas Asing


Back to Top