Atasi Krisis Air, Global Wakaf ACT Bangun Sumur Wakaf di Kabupaten Pinrang

gomuslim.co.id – Global Wakaf Aksi Cepat Tanggap (ACT) memulai pengerjaan penggalian Sumur Wakaf di Dusun Majakka B, Desa Watang Pulu di Kecamatan Suppa, Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan akhir pekan lalu. Hal tersebut dilakukan guna mengatasi permasalahan sulitnya air di dusun tersebut.

Global Wakaf memberikan paket sumur yang digali dengan bor lengkap beserta fasilitas kebersihannya. Penggalian sumur dilakukan di lahan yang diwakafkan Puang Agung, warga Dusun Majakka B, sebagai titik gali sumur.

“Pembuatan sumur ini dilakukan setelah ada diskusi dengan pihak terkait seperti pemerintah desa, dusun, serta tokoh masyarakat setempat,” jelas Nur Ali Akbar dari tim Global Wakaf Sulawesi Selatan.

Pembangunan sumur ini diharapkan menjadi solisi bagi kebutuhan air bersih warga di Desa Watang, khususnya Dusun Majakka B yang selama puluhan tahun bersusah payah mendapatkan air bersih.

“Terima kasih kepada Global Wakaf yang mau membangun sumur wakaf ini beserta fasilitasnya. Ini akan menjadi solusi terbaik mendapatkan air bersih, terlebih masyarakat di sini (Dusun Majakka B) kondisi ekonominya masih prasejahtera yang akan sulit jika harus membeli air sendiri,” ungkap Puang Agung.

Pembangunan sumur wakaf ini diprediksi akan memakan waktu maksimal satu bulan. Dalam beberapa pekan itu masyarakat siap mendapatkan solusi air bersih, terlebih saat ini musim kemarau sudah mulai terjadi di beberapa daerah di Indonesia.

 

Baca juga:

Bantu Kekeringan di Gunungkidul, ACT DIY Gelar Program Alirkan Bahagia

 

Puang Agung, bercerita tentang akses air bersih yang sulit didapatkan warga selama puluhan tahun. Puang yang kini usianya sudah paruh baya mengatakan, saat kecilnya ia dan anak seusianya harus memikul air dari sumber air yang jauh dari desa.

Hal itu dilakukan setiap hari dengan menempuh jarak 1 kilometer. “Di sana pun tak bisa langsung mengambil air karena harus antre dengan warga lain yang mengambil air,” kenangnya.

Dusun Majakka B dihuni 200 kepala keluarga. Puluhan tahun sudah mereka harus hidup tanpa air bersih di dusunnya. Terlebih ketika kemarau datang, kondisi dusun semakin kering. (jms/act)

 

 

Baca juga:

Warga Sindangsari Lebak-Banten Mulai Rasakan Manfaat Sumur Wakaf ACT 


Back to Top