Kemenpar Targetkan Kunjungan 7,5 Juta Muslim Traveler pada 2024

gomuslim.co.id - Berdasarkan Global Muslim Travel Index (GMTI) pada tahun 2026 diproyeksikan wisatawan Muslim mencapai 230 juta orang. Tentu saja ini bukan jumlah yang sedikit. Pasar wisatawan Muslim yang cukup besar ini menjadi peluang emas untuk mendatangkan wisatawan mancanegara ke Indonesia.

Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) Muslim yang berkunjung ke Tanah Air mencapai 5 juta orang, atau setara dengan 25 persen dari target kunjungan wisman ke Indonesia yaitu 20 juta wisman. Dengan posisi pertama saat ini yang dimiliki Indonesia dalam GMTI, Indonesia menargetkan kunjungan wisman Muslim meningkat menjadi 7,5 juta orang di tahun 2024.

"Saat ini kita dihadapkan pada sebuah peluang di mana secara global kita menemukan satu tren. Wisatawan terutama mancanegara Muslim, trennya tinggi sekali. Bahkan secara rata-rata data pertumbuhan wisatawan Muslim global di atas 20 persen," tutur Sumaryadi selaku Tim Percepatan Pengembangan Pariwisata Halal Kemenpar.

 

Baca juga:

Kemenpar Segera Terbitkan Pedoman Wisata Halal Nasional

 

Karena itu, Kementerian Pariwisata segera mengeluarkan pedoman dan rencana strategis (renstra) penyelenggaraan pariwisata halal Indonesia. Langkah ini diambil untuk memenuhi kebutuhan berbagai pihak terkait payung hukum pengembangan pariwisata halal.

Dalam hal ini, Kemenpar telah menyusun top 10 program prioritas Pengembangan Pariwisata Halal, di antaranya terkait regulasi wisata halal, sertifikasi dan standarisasi, pedoman bagi pengunjung Muslim, penelitian dan pengembangan, pemantauan dan evaluasi Indonesia Muslim Travel Index (IMTI) dan Desain, Strategi, Rencana dan Aksi (DSRA), daya tarik dan paket wisata halal, penguatan pemahaman pariwisata halal, pemasaran, serta membangun sistem informasi digital.

"Mana yang paling dibutuhkan untuk diterbitkan Pedoman Penyelenggaraan Pariwisata Halal, nomer satu restoran, karena isinya makanan. Orang Islam itu untuk makanan tidak berkompromi. Akhirnya empat, makanan hotel, biro perjalanan wisata, spa. Empat besar itu yang kita keluarkan pedomannya dulu. Kita akan mulai dari yang paling dibutuhkan," tutur Menpar, Arief Yahya.

Salah satu bukti keseriusan pemerintah dalam meningkatkan perbaikan pembangunan dan pelayanan wisata halal ini adalah dengan ditingkatkannya investasi di sektor wisata halal. Seperti disampaikan Menpar bahwa investasi yang awalnya sekitar 20 persen akan ditingkatkan menjadi 25 persen.

"Karena kalau 20 persen kita masih kalah, Singapura lebih dari 25 persen, wismannya Muslim. Kita baik angka atau pun percentage akan ditingkatkan jadi 25 persen,” pungkasnya. (nat/viva/dbs/foto:mediaindonesia)

 

 

Baca juga:

Dongkrak Kunjungan Wisatawan, Pemprov Riau Ingin Jalin Kerjasama Pengembangan Wisata Halal dengan Malaysia


Back to Top