Rencana ‘Spin-off’ Unit Usaha Syariah Bank Jatim Masih Tahap Kajian

gomuslim.co.id - Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Jatim) masih melakukan kajian hukum dan keuangan terkait rencana pemisahan (spin-off) unit syariah Bank Jatim. Direktur Keuangan Bank Jatim Ferdian Timur Satyagraha berharap kajian ini bisa selesai akhir tahun 2019.

"Dua atau tiga bulan ke depan kami harapkan rampung, setoran modal masih mengikuti. Kami harap spin off bisa segera dilakukan. Karena secara umum bank Jatim sudah siap,” ujarnya, Selasa (25/06/2019).

Rencana spin off sendiri telah lama digulirkan Bank Jatim. Hanya saja, dalam prosesnya selalu menemui kendala seperti permasalahan permodalan dan izin prinsip dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Kepala OJK Regional 4 Jawa Timur, Heru Cahyono menyebut potensi perbankan syariah di Jawa Timur sebenarnya cukup besar, namun belum tergarap maksimal. Menurutnya, setiap tahun kinerja perbankan syariah di Jawa Timur selalu mengalami peningkatan dengan pangsa aset perbankan terhadap total aset perbankan di Jawa Timur mencapai 5,64 persen.

Angka tersebut, kata dia, masih lebih rendah dari pangsa aset perbankan syariah secara nasional sebesar 5,95 persen. “Pangsa perbankan syariah di Jawa Timur punya ruang pengembangan yang cukup luas dengan mempertimbangkan potensi pengembangan industri keuangan syariah di Jawa Timur yang sangat besar, dengan jumlah penduduk muslim mencapai 97 persen,” jelasnya.

Ia menilai, potensi pengembangan keuangan syariah di Jawa Timur yang besar tersebut belum tergarap secara maksimal dengan melihat fakta masih rendahnya tingkat literasi keuangan syariah sebesar 29,35 persen dan tingkat inklusi sebesar 12,21 persen.

Kondisi tersebut, kata dia, menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan masyarakat Jawa Timur terhadap layanan keuangan syariah sudah cukup baik, namun masih belum menggunakan produk dan layanan keuangan syariah.

 

Baca juga:

Proses Spin Off Unit Usaha Syariah Bank Jatim Rampung pada Juni 2018

 

"Karena itu OJK terus berkomitmen mendorong pertumbuhan keuangan syariah di daerah. Tujuannya untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat terhadap produk dan jasa keuangan syariah serta meningkatkan aksesibilitas masyarakat terhadap lembaga jasa keuangan syariah," ungkapnya.

Unit Usaha Syariah (UUS) Bank Jatim sendiri baru-baru ini bekerja sama dengan Asosiasi Bank Syariah Indonesia Kompartemen Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (Asbisindo) untuk meningkatkan layanan keuangan syariah di wilayah setempat. Kerja sama ini diwujudkan dalam bentuk nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU).

Ruang lingkupnya adalah kesepahaman penyediaan kebutuhan jasa layanan keuangan yang meliputi penyediaan dana, penyimpanan dana, layanan sistem pembayaran dan jasa lainnya. Ia menjelaskan dengan kerja sama ini Bank Jatim memiliki tugas untuk memperkuat bisnis dan mendukung kesehatan Bank Pembiayaan Rakyat (BPR) Syariah di Jawa Timur.

"Bank Jatim juga memiliki fasilitas-fasilitas yang mumpuni sebagai Lembaga APEX Bank Pembiayaan Rakyat Syariah. Layanan itu mulai dari fasilitas e-channel yang lengkap (ATM, sms banking, internet banking, mobile banking, dan jatimcode) hingga Jatim Elektronik Transfer Sistem (JETS)," kata Ferdian

Dengan adanya MoU ini, Bank Jatim berharap ke depan dapat meningkatkan kinerja UUS Bank Jatim yang sampai dengan Mei 2019 posisi asetnya sebesar Rp 2,2 triliun. Sedangkan dana pihak ketiga saat ini sebesar Rp 1,6 triliun, dengan pembiayaan yang diberikan sebesar Rp 1,25 triliun. (jms/antara/dbs/foto:malangvoice)

 

 

Baca juga:

Akhir Tahun Ini, Unit Usaha Syariah Bank Jatim Akan Spin Off

 

 


Back to Top