#KabarHaji

Persiapan Haji di Saudi Sudah Rampung, Menag: Tinggal Proses Dokumen di Tanah Air

gomuslim.co.id – Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin memastikan semua persiapan pelaksanaan ibadah haji 1440H/2019M di Arab Saudi telah selesai. Kontrak kerja baik yang terkait akomodasi, transportasi maupun katering di Tanah Suci telah rampung.

Menurut Menag, persiapan saat ini hanya tinggal proses dokumen di Tanah Air. "Alhamdulillah persiapan di tanah suci sudah tuntas. Seluruh hotel yang akan ditempati jemaah haji Indonesia baik di Madinah maupun Mekkah juga katering untuk menyiapkan konsumsi, termasuk Masyair Muzdalifah di Mina dan Arafah sudah disiapkan sebaik-baiknya," ujarnya, Selasa (25/06/2019).

Menag menyembutkan fokus persiapan di tanah air adalah penyelesaian dokumen perjalanan jemaah calon haji seperti paspor dan visa. “Proses pemvisaan saat ini lebih cepat dibanding tahun lalu, karena bisa dikerjakan secara online. Walau ada kendala, tetapi lebih cepat dalam pengerjaannya,” jelasnya.

Selain itu, Kemenag juga masih menunggu sebagian kecil jemaah yang belum melakukan pelunasan biaya haji. Pihaknya mengaku sudah menyiapkan lima persen dari total kuota sebagai cadangan untuk mengantisipasi jika ada satu dan lain hal hingga mereka pada saatnya tidak bisa melunasi biaya haji.

"Mudah-mudahan kuota sebesar 231.000 orang jemaah termasuk 17 ribu haji khusus bisa maksimal dan optimal dimanfaatkan," ungkapnya.

Adapun, terkait keberangkatan jemaah haji Indonesia akan dimajukan satu hari dari rencana semula pada 7 Juli menjadi 6 Juli. Dengan begitu, pada 5 Juli seluruh jemaah haji kloter-kloter awal sudah harus masuk asrama di emberkasi haji untuk kemudian diberangkatkan menuju tanah suci secara bertahap.

 

Baca juga:

Kloter Pertama Jemaah Haji Indonesia Berangkat 6 Juli 2019

 

"Kami berpesan bagi jemaah haji perlu mempelajari manasik haji dengan baik. Menguasai betul karena haji merupakan prosesi ibadah yang memiliki rangkaian sangat panjang. Termasuk terus mempersiapkan fisik sebaik-baiknya karena haji juga merupakan ibadah yang membutuhkan ketahanan fisik, kesehatan, kebugaran jasmani agar dapat melaksanakan kewajiban dan sunah selama di tanah suci," pesannya.

Menag menambahkan, mengenai Amirul Hajj 2019 sampai saat ini belum diputuskan. Pihaknya sedang meminta waktu untuk berjumpa dengan Presiden dan meminta restu untuk mencari Amirul Hajj 2019. “Jadi, siapa Amirul Hajj-nya belum diputuskan," katanya.

Untuk diketahui, sejak tahun 2014 hingga 2018, Lukman Hakim Saifuddin bertindak sebagai Amirul Hajj. Namun untuk penyelenggaraan ibadah haji 2019 masih belum ditentukan. (jms/krjogja/dbs)

 

Baca juga:

Ditjen Haji dan Umrah Indonesia Segera Proses 143 Ribu Paspor Jemaah

 

 


Back to Top