Terapkan Konsep Wisata Halal, Hotel Rhadana Bali Dapat Respon Positif dari Wisatawan

gomuslim.co.id - Sejumlah sektor bisnis pariwisata sudah mengambil langkah inisiatif menjemput rezeki dari aspek wisata halal. Dari sejumlah sektor bisnis wisata, pelaku bisnis yang menerapkan aspek halal mengaku merasakan dampak positif dari penerapan halal tersebut.

Meski Kementerian Pariwisata (Kemenpar) masih menyusun panduan penyelenggaraan pariwisata halal, sektor perhotelan sudah merasakan dampak yang signifikan. Salah satunya Hotel Rhadana di Bali. General Manager Hotel Rhadana Budiman mengaku melihat dampak yang sangat positif dari penerapan halal pada pelayanan hotelnya.

Terhitung sejak 2012 berdiri, Hotel Rhadana terus mendapatkan respon positif dari penerapan aspek halal meski lokasi berdirinya hotel dikelilingi oleh hotel-hotel non halal.

“Justru karena kami sudah lakukan sertifikasi halal, wisatawan banyak yang berkunjung ke sini. Prospeknya bagus sekali (wisata halal),” ujar Budiman.

Berbeda dari destinasi wisata di Mandalika maupun Aceh, destinasi wisata Bali memang identik dengan wisata modern non halal.

Hal tersebut dinilai justru menjadi peluang bisnis yang menjanjikan, sebab daya tarik Bali sebagai destinasi global yang mendunia juga diminati tak hanya oleh para wisatawan non Muslim.

 

 

Baca juga:

Sabet Juara di Asia Halal Brand Awards 2017, Ini Keunggulan Rhadana Hotel Bali untuk Turis Muslim

 

Apalagi, wisatawan Muslim global berjumlah cukup besar. Sehingga dia menyebut, penerapan aspek halal akan terus dikembangkan mulai dari fasilitas tempat ibadah, jaminan makanan dan minuman halal, serta peniadaan hal-hal yang berbau haram dan dilarang dalam syariat Islam.

Meski demikian, berbeda dengan konsep wisata syariah, Budiman mengaku pihaknya lebih memfokuskan pemasaran melalui konsep halal modern hotel. Dia menilai, aspek syariah cenderung konvensional dan lebih eksklusif sehingga cenderung berbelit dalam pengaplikasian terhadap para calon wisatawan yang berkunjung.

“Kalau hotel syariah itu kan mereka agak ribet. Misalnya saja dokumen-dokumen pengunjung benar-benar harus dipastikan dia Muslim atau tidak, dan lain sebagainya. Sedangkan kalau konsep halal tidak serumit itu,” papar dia.

Meski demikian, pihaknya tidak mengesampingkan aspek halal yang diterapkan mulai dari hulu ke hilir. Sejak dari proses sertifikasi dan dilakukan pemantauan dari Majelis Ulama Indonesia (MUI), konsistensi kehalalan hotelnya dapat dipastikan akan terus berkelanjutan.

Salah satu bukti dari keseriusannya dalam menggarap potensi wisata halal tersebut terlihat dengan adanya jumlah peningkatan pengunjung ke hotelnya dari tahun ke tahun. (nat/rep/dbs/foto:dailyhotels.id)

 

 

Baca juga:

Kemenpar Targetkan Kunjungan 7,5 Juta Muslim Traveler pada 2024

 


Back to Top